Bandung, BEDAnews
Anggaran Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat pada tahun 2013 ini mengalami kenaikan hingga 100 persen, dari Rp. 125 M pada tahun lalu, pada APBD TA 2013 nanti menjadi sekitar Rp. 255 miliar lebih.
Demikian diungkapkan kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, DR. Dedi Taufikkurohman, Drs. MSi., usai menerima Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) APBD TA 2013 di aula Barat Gedung Sate, Jumat (28/12).
Besarnya anggaran ini, menurut Dedi, terkait dengan agenda pembebasan lahan untuk bandara kertajati yang mencapai nilai hingga Rp. 175 M, sementara anggaran besar lainnya di dinas perhubungan Jawa Barat meliputi Pembebasan untuk lahan Kereta Api Tanjungrasa Rp. 13,3 M, untuk fasilitas lalu lintas dan angkutan jalan Rp. 19 M, anggaran untuk, ASDP (angkutan sungai, danau dan Pelabuhan) meliputi Saguling, Jatiluhur, Muara Gembong, Majingklak sebesar Rp. 5,7 M.
Sementara untuk program kerja tahun anggaran 2013 ini, diuraikan Dedi akan membebaskan lahan bandara Kertajati dengan alokasi anggarannya sebesar Rp. 175 M. “Kita focus disisi runway. Karena pemerintah pusat sudah mengalokasikan Rp. 130 M untuk sisi air side, sepanjang 4000 m dengan lebar 60 m, tetapi secara bertahap dengan Rp. 130 M ini kita alokasikan untuk panjang runway 250 m dengan lebar 60 m”.
Sedangkan untuk tol Cisumdawu yang telah ground breaking, Cikapalimas sudah bebas tinggal developnya, untuk Cisumdawu itu baru trasse dari Rancakalong ke Sumedang, kemudian berikutnya sampai Dawuan hingga Kertajati sepanjang 68 km terhitung mulai dari Cileunyi. Itu yang akan dilakukan secara integritas bidang untuk pembangunan bandara sendiri, urainya.
“Mudah mudahan bandara selesai, kemudian shortcut untuk pembangunan jalan kereta api Tanjung Rasa Cibungur, kita juga akan reaktifasi jalur kereta api, ini sebagai salah satu jalan untuk mendukung antisipasi kemacetan. Yang intinya si pengguna jasa transportasi inginnya cepat, mudah, terjangkau aman, nyaman, nah kita nanti siapkan moda transportasinya,” katanya.
Tahapannya sampai saat ini sosialisasi dulu. Karena pemilik lahan ini PT KA dari sisi kesiapan pranata reaktifasi kereta api sudah disiapkan. Sekarang tambah Dedi, di dishub FS (feasibility stydy) sudah ada. Disosialisasikan karena jalur kereta ini sudah beralih jadi pemukiman, sehingga perlu pendekatan ke masyarakat. (hermanto)











