“Saya sudah melihat upaya ini ada. Di Dispora ada program yang namanya Cempor. Kalau yang jelek kita maki kalau yang bagus ya kita puji,” ujarnya.
“Cempor ini, anak-anak dikumpulin dikasih soft skill. Dikasih kemampuan fotografi, video segala macem. Hanya saja anggarannya dalam satu tahun cuma Rp1 miliar, sementara perjalanan dinas kita anggarkan dalam setahun lebih dari Rp100 miliar, untuk belanja Mamin (makan minum) overhead cost itu Rp100 miliar lebih,” ungkapnya heran.
“Sementara program bagus hanya dikasih satu miliar setahun. Kalau saya buka data APBD barangkali mengerikan lah, saya takut ada demo lagi berjilid-jilid,” tuturnya.
Karenanya, Andri yang hingga kini masih menjabat Ketua Karang Taruna Kota Bandung ini menegaskan bahwa kondisi seperti itu masih terjadi.













