Muktamar NU tidak boleh dibiarkan tergelincir menjadi arena pasar gelap kekuasaan. Jika amplop Rp50 juta mampu mendikte arah kepemimpinan ulama, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar siapa yang menduduki tampuk kepengurusan, melainkan marwah dan kompas moral organisasi Islam terbesar ini di mata umat.***
Penulis adalah:
– Kandidat Doktor di Pascasarjana S3 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,
– Dosen STAI Yogyakarta,
– Pengasuh Pesantren Latifah Mubarokiyah Bantul,
– Ketua Yayasan Majma’ Bahrain Internasional,
– Ketua Harian Paguyuban Keluarga Pasir se-Dunia (PKPD),
– Penasihat Paguyuban Demak Bintoro Nusantara (PDBN).
Page 4 of 4













