Bandung, BEDAnews
Sebanyak 26 unit usaha di lingkungan Ma’soem Group, dijadikan posko penggalangan saweran koin untuk rencana pembangunan gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Aksi ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai tanggung jawabnya terhadap persoalan bangsa, terutama dalam pemberantasan korupsi.
Di setiap SPBU dan klinik Al Ma’soem dipasang kotak sumbangan yang terbuat dari kardus untuk tempat koin. Saweran ini disambut antusias masyarakat yang akan mengisi bahan bakar kendaraan dengan menyumbangkan koin mereka. Termasuk di lingkungan sekolah, para siswa, guru dan orang tua tak ragu mengisi kotak sumbangan.
“Dalam waktu singkat, kotak sumbangan terisi penuh dengan uang koin. Dari para siswa saja terkumpul Rp. 2,1 juta dan langsung di transfer ke rekening Koalisi Saweran Gedung KPK di Jakarta,” ungkap koordinator penggalangan Koin KPK Al Masoem, Ida R Djachrab di Posko Rancaekek, Rabu (18/7).
Sebelumnya kami menghimpun dana dari karyawan Ma’soem Group. Terkumpul dana sebanyak Rp. 10 juta, ditambah sumbangan langsung dari Ir. H. Iqbal Rallie Iskandar (Wadirut PT Ma’soem Group) sebesar Rp. 5 juta. “Dana Rp. 15 juta ini sudah diberikan kepada Koalisi Saweran Gedung KPK di Jakarta baru-baru ini,” kata Ida yang didampingi Humas Ma’soem Group Asep Dedi Suhendri.
“Kami akan terus lakukan penggalangan dana, sampai diberhentikan oleh Indonesian Coruption Watch (ICW),” ujar Ida, seraya menjelaskan bahwa pimpinan Ma’soem Group H. Nanang Iskandar Ma’soem kini tengah sibuk menjadi penggiat anti korupsi.
“Beliau sedang concern melakukan pencerahan dan menyebarkan pesan-pesan moral tentang tindakan negatif korupsi. Bersama Pak Teten Masduki dari ICW, beliau melakukan roadshow, dakwah anti korupsi melalui pemutaran film Kita versus Korupsi yang diproduksi KPK dan Transparancy International Indonesia,” ungkapnya.
Dijelaskannya, semua karyawan Ma’soem Group mengecam keras tindakan korupsi, karena korupsi lebih jahat dari kejahatan teroris. Korupsi dapat merusak kehidupan masyarakat, membunuh hidup orang lain bahkan bersambung dari generasi ke generasi.
Korban korupsi bisa sangat banyak karena menyangkut hajat hidup semua orang. “KPK sebagai lembaga pemberantas korupsi harus tetap eksis dan efektif menjalankan tugasnya. Karenanya perlu didukung, jangan biarkan pihak tertentu yang ingin melemahkan otoritas KPK,” katanya. (Hargribs)












