Dalam semangat ringan, kita bisa membayangkan maulid sebagai sebuah festival batin—tempat ulang tahun spiritual yang merangkul seluruh lapisan: dari masjid ke media sosial, dari mushala ke republik. Di tengah dunia yang serba cepat dan fragmen, merayakan maulid dengan nilai-nilai tersebut justru memberi kita bahan bakar menjadi komunitas yang tak kehilangan diri. Semoga kita tak sekadar merayakan maulid, tapi benar-benar menghidupinya—dalam tutur, tindakan, dan harmoni kebangsaan. ***
Page 4 of 4













