Selanjutnya, Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Posal Nusa Penida dan Basarnas bergerak menuju lokasi menggunakan Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB). Setelah melakukan penyisiran sekitar kurang dari 2 jam di tengah keterbatasan jarak pandang malam hari, tim berhasil menemukan posisi jukung dalam kondisi terbalik dan segera melaksanakan proses penyelamatan.
Delapan ABK berhasil ditemukan dalam kondisi terapung dan seluruhnya dapat diselamatkan tanpa mengalami cedera serius. Selanjutnya, para korban dievakuasi menuju Pelabuhan Benoa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa, namun kerugian material berupa satu unit jukung yang mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.
Hal ini selaras dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dimana keberhasilan operasi ini menjadi wujud nyata sinergitas TNI Angkatan Laut bersama Basarnas dalam menjamin keselamatan masyarakat maritim. Kehadiran TNI AL di wilayah perairan nasional, diharapkan terus memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan masyarakat, khususnya para nelayan dan pengguna transportasi laut di wilayah Bali. (Red).













