Andri, menerangkan jika dalam beberpa hari air tidak surut pihaknya akan berkerjasama dengan petugas PO PT untuk mendata dan membuat CPCL sawah petani yang tergabung dalam kelompok tani untuk diusulkan bantuan benih padinya.
“Semoga saja hari ini bisa surut dan petugas kami penyuluh terus mendata dan memantau perkembangan di lokasi lahan rawan banjir untuk segera mendata lahan gagal penen,”jelasnya
Semetara itu salah satu petani di Desa Sumber Asri yakni Ari mengeluhkan jika lahan juga ikut terendam banjir yang diakibatkan dari luapan sungai macak. “Padi kami dan petani lainnya rata-rata berusia 7 sampai 20 hari, alhamdulillah penyuluh bergerak cepat meninjau lokasi dan mendata langsung. Kami berharap lahan yang terendam dapat menerima bantuan benih ganti,” harapnya. (MZ)













