Mengutip nasihat Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin serta kitab Lathaif al-Ma’arif karya Ibnu Rajab al-Hanbali, akhir Syawal adalah waktu muhasabah: apakah Ramadhan kita diterima atau tidak. Ada tiga hal penting yang perlu direnungkan:Pertama: Tanda diterimanya amal. Para ulama menjelaskan bahwa tanda diterimanya amal adalah adanya kebaikan yang berlanjut setelahnya.
“Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah akan menambah petunjuk kepada mereka dan menganugerahkan ketakwaan kepada mereka.” (QS. Muhammad: 17). Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa melakukan satu kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipatnya.” Kesinambungan amal menjadi tanda kasih sayang Allah. Istiqamah meski dalam jumlah sedikit adalah karamah yang paling utama.Kedua: Istiqamah dalam ibadah. Istiqamah adalah konsistensi melaksanakan ketaatan kepada Allah secara terus-menerus, baik dalam situasi lapang maupun sempit. Allah SWT berfirman: “Maka tetaplah engkau istiqamah sebagaimana diperintahkan.” (QS. Hud: 112).













