• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, November 8, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Akademisi UIN: Demokrasi Indonesia Memasuki Fase Algoritma,Tantangan dan Peluang

Akademisi UIN: Demokrasi Indonesia Memasuki Fase Algoritma,Tantangan dan Peluang

Hargib by Hargib
12 September 2025
in Headline
0
Prof.Dr. Lilis Sulastri, MM.,Ketua MES ( Masyarakat Ekonomi Syariah ) Kota Bandung

Prof.Dr. Lilis Sulastri, MM.,Ketua MES ( Masyarakat Ekonomi Syariah ) Kota Bandung

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Algoritma sebagai Kuasa Baru

Ia mengungkapkan bahwa Algoritma bekerja sebagai “penjaga gerbang” yang menentukan apa yang kita lihat, baca, dan percayai. Kapital besar mengendalikan platform, sementara kepentingan politik memanfaatkan pola interaksi digital untuk membentuk opini publik. Kita sering lupa bahwa informasi digital bukan hanya data, tetapi komoditas dan instrumen kuasa.

Hoaks sebagai Komoditas

Lebih jauh Prof.Lilis menerangkan penyebaran disinformasi menjadi industri yang menguntungkan, dan berita palsu dijadikan pekerjaan profesional dengan tarif tertentu. Di sinilah demokrasi digital terjebak, rakyat bukan lagi pemilik narasi, melainkan target dari industri disinformasi.

BeritaTerkait

DPRD Jabar Berharap Seluruh Venue Pertandingan Proprov Dipersiapkan Secara Optimal

5 November 2026

Dugaan Penyadapan Komunikasi Presiden Terbongkar, Bareskrim Jerat Tiga Tersangka

4 November 2026

“Negara memiliki kewajiban melindungi warganya dari ancaman hoaks, ujaran kebencian, dan eksploitasi data pribadi. Namun, sejarah politik menunjukkan bahwa kuasa negara sering kali tergoda melampaui batas perlindungan dan menjadi pengendali informasi yang bisa mengancam kebebasan sipil.” ucap Prof.Lilis yang juga ketua Ketua MES ( Masyarakat Ekonomi Syariah ) Kota Bandung. Jumat,(12/09)

Page 2 of 4
Prev1234Next
Previous Post

Dankodaeral IX Laksanakan Courtesy Call Ke Kejaksaan Tinggi Maluku

Next Post

Come See Mie 2025 di Surabaya: Musik, Kreativitas dan Resep Baru Mie Sedaap Ayam Bawang

Related Posts

Edukasi

DPRD Jabar Berharap Seluruh Venue Pertandingan Proprov Dipersiapkan Secara Optimal

5 November 2026
Headline

Dugaan Penyadapan Komunikasi Presiden Terbongkar, Bareskrim Jerat Tiga Tersangka

4 November 2026
Edukasi

Disnaker Kab. Bandung Tetapkan Henky Herwindo sebagai Ketua Forum HRD Baru

3 November 2026
Headline

Jln Desa Rusak Ditinggalkan, Warga Cijulang Jampang Tengah Minta PT. SMU Bertanggungjawab

1 November 2026
Headline

Ketua DPRD Renie Rahayu: Sampaikan Fungsi Tugas dan Tanggungjawab Parlemen

30 Oktober 2026
Ekonomi

APBD Jabar 2027 Harus Berdampak Nyata Bagi Kesejahteraan Masyarakat*

30 Oktober 2026
Next Post

Come See Mie 2025 di Surabaya: Musik, Kreativitas dan Resep Baru Mie Sedaap Ayam Bawang

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021