Bank Jabar Banten Jadi Bank Daerah Terbesar
JAKARTA, BEDAnews.com — Sebagai sebuah bank pembangunan daerah terbesar di Indonesia, Bank Jawa Barat dan Banten (BJB) sudah saatnya bersaing dengan dunia perbankan nasional.
Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) saat membuka Business Review Quartal 2 2017 Bank Jawa Barat dan Banten (BJB) di Discovery Hotel and Convention Ancol, Jl. Lodan Timur No. 7, Jakarta Utara, akhir Juli lalu.
Ini semua lanjut Aher, tentu hasil kerja keras seluruh jajaran Bank BJB, sehingga Bank BJB hadir sebagai bank daerah yang terbesar di Indonesia diantara provinsi-provinsi lain.
"Tentu persaingannya sudah selesai dengan bank daerah. Persaingannya sekarang dengan perbankan nasional. Itulah para pesaing kita untuk berkompetisi secara sehat tumbuh bersama-sama menjadi bagian dari kemajuan perekonomian bangsa ini," ujar Aher dalam sambutannya.
Untuk itu gubernur meminta, BJB lebih berperan aktif dalam meningkatkan manfaat seluas-luasnya untuk masyarakat Indonesia umumnya dan masyarakat Jawa Barat dan Banten khususnya. BJB harus menyentuh ekonomi masyarakat terkecil melalui pengucuran kredit mikro atau terhadap UMKM.
"Mari kita telaah bersama peran BJB dalam kemajuan perekonominan nasional. Tidak hanya maju, tidak hanya tumbuh tapi juga bisa menghadirkan pemerataan. Oleh karena itu, perbankan harus punya peran dalam urusan pemerataan tadi selain pertumbuhan laba, yang dinikmati oleh Pemerintah Jawa Barat dan Banten dan seluruh stakeholder juga dinikmati seluruh keluarga besar Bank BJB, dan tentu saja seluruh masyarakat Jawa Barat dan Banten," paparnya.
Aher juga ingin peran BJB terhadap ekonomi kerakyatan harus dipertajam. Hal ini bisa dilakukan melalui pemahaman yang baik tentang ekonomi kerakyatan itu sendiri.
Implementasi lain ekonomi kerakyatan bisa dilakukan melalui koperasi. Agar dunia perbankan bisa dirasakan oleh semua kalangan baik pengusaha besar, menengah, maupun kecil, perbankan diharapan ikut berperan serta dalam mengembangkan koperasi.
"Memajukan koperasi harus bagian dari misi perbankan. Koperasi tolong dicolek, tolong dilihat karena koperasi itu menjadi bagian dari cara kita meratakan pendapatan," ujar Aher.
Dalam kesempatan itu Direktur Utama BJB Ahmad Irfan melaporkan bahwa pencapaian kinerja Bank BJB pada Triwulan 2 Tahun 2017 cukup baik dengan total kredit BJB sebesar Rp 67,895 Triliun atau tumbuh sebesar 12,91% year on year atau di atas rata-rata pertumbuhan industri yang hanya tumbuh 8,7%. Pertumbuhan DPK sebesar Rp. 79 Triliun atau tumbuh sebesar 15,8% year on year atau diatas rata-rata industri sebesar 11,2%.
Sementara laba sebelum pajak per Juni 2017 mencapai 117,8% dari target dalam rencana bisnis bank atau mencapai Rp 1,176 Triliun. Sementara NPL Juni 2017 juga berhasil ditekan hingga berada di level 1,57%, jauh lebih baik dibanding NPL industri yang saat ini tumbuh diangka 3,07%. Dan total aset (belum termasuk anak perusahaan) per Juni 2017 mencapai Rp 101,8 Triliun atau tumbuh sebesar 12,09% year on year.
Irfan juga mengajak seluruh jajaran Bank BJB untuk fokus dan meningkatkan kinerja ditengah gempuran para pesaing yang semakin agresif meningkatkan bisnisnya. Tahun ini menjadi tahun penting bagi BJB untuk membuktikan bahwa cemerlangnya kinerja BJB akan berlangsung secara berkelanjutan dan berkesinambungan.
"Sudah saatnya kita memikirkan cara lain guna meningkatkan laba Bank BJB, yakni melalui optimalisasi berbagai channel yang kita miliki agar transaksi secara keseluruhan dapat kita tingkatkan lebih baik lagi," pungkasnya. (BD)












