HeadlinePendidikan

Ada Efek Madhorot Bila KBM Tidak Secepatnya Dibuka Kembali Di Sekolah

Garut, BEDAnews.com – Merespon aspirasi dari masyarakat Dewan Jabar Dorong pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan belajar dari rumah serta mempertimbangkan sisi maslahat dan madhorotnya.

Anggota Dewan ini menilai ada efek madhorot ketika pemerintah tidak secepatnya mempertimbangkan untuk dibuka kembali aktivitas belajar dan mengajar di sekolah seperti halnya anak bermain gadget dan game yang berlebihan.

Hal ini dikemukakan Ade Kaca,ST anggota DPRD Provinsi Jawa Barat setelah menerima aspirasi dari Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Garut Bejo Siswoyo yang menyampaikan keluhan para siswanya mulai merasa jenuh dengan sistem pembelajaran dari rumah.

“Mari kita jujur ke diri sendiri, yang punya anak sekolah baik tingkat SD, SMP maupun SMA, mereka sudah terbiasa main hp, main game semenjak bangun tidur. Ini kan efek daripada anak tidak ada aktivitas di sekolah”, ujar Ade di SMK Negeri 2 Garut, Selasa (7/7/2020).

Lebih lanjut Ade menilai ada efek madhorot ketika pemerintah tidak secepatnya mempertimbangkan untuk dibuka kembali aktivitas belajar dan mengajar di sekolah seperti halnya anak bermain gadget dan game yang berlebihan.

Ade berharap dengan mengedepankan protokol kesehatan, pemerintah memberikan ruang dan kebijakan baru agar aktivitas di sekolah bisa segera kembali berjalan.  “Saya merespon agar persoalan sekolah ini bisa dimulai secepat mungkin tidak harus menunggu aktivitas 2021, terlalu lama dan kurang baik menurut saya terhadap anak didik kita masing masing.” Sebut Ade.

Sebelumnya Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Garut, Bejo Siswoyo menyampaikan aspirasi kepada Ade Kaca terkait hal tersebut. Disebutkannya, konsep pembelajaran daring yang dilaksanakan selama pandemi memberikan banyak efek positif bagi guru dan siswa seperti halnya beradaptasi dengan kecanggihan teknologi informasi sebagai media utama terlaksananya aktivitas belajar mengajar.

Namun tak dapat dipungkiri ada kejenuhan yang dirasakan akibat terbatasnya ruang dan waktu dalam berinteraksi membuat penyampaian materi tak maksimal.

“Siswa itu banyak yang sudah memberikan masukan baik melalui OSIS maupun melalui WA grup di sekolah yang sudah bosan di rumah kepengen sekolah, itu nyata dan bisa di data”, ujar Bejo Siswoyo. @her

Tags
Selanjutnya

Related Articles

Back to top button
Close