Semua yang dia ungkapkan dan tawarkan tidak cepat saya iyakan dan ikuti. Butuh waktu panjang. Dan lagi-lagi di sini Berman makin menunjukkan keasliannya sebagai sahabat. Tak pernah menyerah. Dia tetap sabar menunggu saya mengambil keputusan. Mungkin, kalau saya tidak salah ingat, hampir 5 tahun Berman sabar menunggu. Apalagi saya sempat kerja bolak balik Jakarta – Kuala Lumpur juga ke Vietnam selepas dari Majalah China Town.
Tahun 2014, saat saya mendirikan website olahraga www.bolaskor.com dan menjadi Pemimpin Redaksinya, semua dukungan dan ajakan yang Berman utarakan masih belum juga saya iyakan. Sementara komunikasi jurnalistik saya ketika itu sudah mulai intens hingga UAE dan Qatar terkait sepak bola usia muda.
Kalau tidak salah ingat, semua dukungan ajakan dan arahan Berman ke saya itu baru saya iyakan di tahun 2015. Itu pun juga berkat nasihat dari almarhumah istri saya yang berharap dan meminta saya ikut ujian UKW. Dari poin ini, sikap terbaik Berman sebagai teman ke saya makin meluap-luap.













