Abdy menuturkan bahwa persatuan dan kesatuan yang ada, jangan sampai dirusak karena adanya agenda-agenda politik.
“Tentu jangan sampai rusaknya persatuan dan kesatuan, hanya gara-gara agenda politik. Karena itu hanya cara untuk mencari pemimpin yang dapat membangun bangsa,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Dewan Pakar PA alumni GMNI Nasional, Andi Talman Nitidisastro menilai prihatin akan kesadaran Pancasila sebagai ideologi yang dapat mempersatukan bangsa dan negara. Maka perlu ada upaya untuk membumikan kembali ideologi tersebut ditengah masyarakat, terutama bagi kalangan pemuda.
“Kalau memungkinkan tokoh masyarakat, budayawan, tokoh agama dan kepercayaan iman disertifikasi pemahaman Pancasila. Sehingga dapat mengimplementasikannya di tengah masyarakat,” tandasnya. [mae]













