2.Kepemimpinan berbasis keteladanan
“Seorang pemimpin tidak cukup buat kebijakan. Harus jadi contoh integritas, disiplin, dan pengabdian,” ujarnya. Bagi Prof. Sanusi, memimpin berarti hadir memberi teladan.
3. Pendidikan untuk kedewasaan, bukan gelar
Saat menjabat Direktur Pascasarjana UNINUS, Prof. Sanusi menciptakan suasana akademik kuat tapi humanis. Nilai edukatif yang paling menonjol: semangat belajar sepanjang hayat.
“Meski puncak karier akademik, beliau tetap rajin membaca, menulis, diskusi, membimbing. Akademisi sejati tidak pernah berhenti belajar,” kenang Prof. Rusdiana.
Pesan beliau lain: berpikir kritis tanpa kehilangan akhlak. “Ilmu harus jalan bareng kebijaksanaan dan kemanusiaan. Sangat relevan saat pendidikan tinggi sering terjebak formalitas administratif,” tambahnya.













