Yaman, BEDAnews
Puluhan mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Yaman, menyayangkan sikap dan perlakuan Nurul Aulia selama menjabat Duta Besar Indonesia di Yaman, yang dinilai cenderung tidak memperhatikan dan menyia-yiakan mahasiswa dan WNI di Yaman.
Kekecewaan para mahasiswa dan WNI di Yaman tersebut dituangkan dalam pernyataan sikap terkait Perilaku dan Kinerja Dubes RI untuk Yaman, Nurul Aulia dalam siaran persnya yang diterima redaksi bedanews.com, Jum’at (10/8/2012).
Dalam beberapa pernyataan sikapnya yang ditandatangani puluhan mahasiswa dan WNI di Yaman tersebut, mereka menyebutkan bahwa buruknya hubungan sosial masyarakat WNI di Yaman terutama di kalangan pelajar/mahasiswa Indonesia karena Dubes yang tidak menunjukkan figur sebagai pemimpin dan orang tua yang patut dihormati.
Sikap Dubes juga menurutnya sering menelan ludah sendiri, seperti tawaran untuk mengungsi ke Wisma Duta saat krisis di Yaman, namun nyatanya justru mengusir WNI yang sempat ditampung di wisma.
Dubes Nurul juga dituduh sering mengadu domba antara mahasiswa dan menyudutkan satu pihak, padahal dubes adalah yang seharusnya mengayomi semua mahasiswa khususnya mahasiswa Indonesia di Yaman.
Semasa krisis Yaman tahun 2011, Dubes Nurul juga disebutkan telah menolak 80 pelajar dari Hudaidah yang bermaksud berlindung ke KBRI karena situasi krisis, padahal KBRI masih menerapkan status Siaga I yang membolehkan setiap WNI berlindung atau tinggal sementara di KBRI dan Wisma Duta sebelum dievakuasi ke Indonesia.
Hal ini dikarenakan sentimen pribadi kepada salah seorang mahasiswa Hudaidah, namun ia dendam dan menjatuhkan sangsi kepada seluruh mahasiswa, ungkapnya.
Masih banyak kekecewaan mahasiswa dan WNI di Yaman yang dituangkan dalam 18 pernyataan sikapnya, namun demikian mereka tetap aktif ikut serta dalam segala kegiatan KBRI baik formal maupun non formal.
Hal itu lanjutnya karena pihaknya tidak bermaksud untuk memusuhi instansi KBRI dan staf lainnya di KBRI, ini semua berdasarkan sikap kritis sebagai anak bangsa yang peduli terhadap kemajuan Negara, jelasnya dalam Surat pernyataan sikap yang juga untuk diketahui oleh semua Staf KBRI Sana’a. (Bd)











