• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, November 1, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Kemendagri Perkuat Satu Data Jatim melalui Optimalisasi E-Walidata SIPD

Kemendagri Perkuat Satu Data Jatim melalui Optimalisasi E-Walidata SIPD

Asep Budi by Asep Budi
1 November 2026
in Politik
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

SURABAYA || Bedanews.com — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah terus mendorong penguatan tata kelola data pembangunan daerah sebagai fondasi penyusunan kebijakan yang tepat sasaran, terintegrasi dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan Analis Kebijakan Ahli Madya pada Direktorat Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah (PEIPD), Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Rendy Jaya Laksamana mewakili Direktur PEIPD, Iwan Kurniawan pada Rapat Satu Data Tingkat Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur Tahun 2026, pada 28–29 Oktober 2026 di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bappeda Provinsi Jawa Timur tersebut dihadiri Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur, Iwan bersama jajaran Bappeda dan Dinas Komunikasi dan Informatika dari 38 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, serta perwakilan Bappenas dan Kementerian/Lembaga terkait.

BeritaTerkait

Ketua DPRD Renie Rahayu: Sampaikan Fungsi Tugas dan Tanggungjawab Parlemen

30 Oktober 2026

APBD Jabar 2027 Harus Berdampak Nyata Bagi Kesejahteraan Masyarakat*

30 Oktober 2026

Pada forum tersebut, Rendy menyampaikan materi bertajuk “Optimalisasi Pemanfaatan E-Walidata di Tingkat Kabupaten/Kota” sebagai bagian dari upaya Kemendagri memperkuat pengelolaan dan pemanfaatan data sektoral daerah melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

“Penguatan E-Walidata menjadi semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan pemerintah daerah terhadap ketersediaan data yang akurat, mutakhir, terstandar dan dapat dipertanggungjawabkan dalam setiap tahapan pembangunan,” jelas Rendy, dalam rilis yang diterima redaksi, Sabtu (31/10/2026).

Rendy mengatakan, data pembangunan tidak lagi cukup dipandang sebagai kelengkapan administrasi maupun sekadar bahan penyusunan laporan. “Data harus mampu menjadi landasan utama dalam mengidentifikasi permasalahan, membaca potensi daerah, menetapkan prioritas, menentukan sasaran pembangunan, serta mengukur hasil kebijakan pemerintah daerah,” imbuh Rendy.

Menurut Rendy, perencanaan pembangunan yang berkualitas harus dimulai dari data yang berkualitas. “Tanpa data yang tepat, pemerintah daerah berisiko menetapkan prioritas yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” terang Rendy.

Oleh karena itu, lanjut Rendy, optimalisasi E-Walidata SIPD diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara pengelolaan data sektoral, proses perencanaan pembangunan, dan evaluasi capaian pembangunan daerah.

Sementara itu, ketersediaan data sektoral yang berkualitas juga menjadi instrumen penting dalam menyelaraskan prioritas pembangunan nasional dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah.

Dalam konteks tersebut, peran Bappeda, Diskominfo, dan seluruh perangkat daerah menjadi sangat strategis. Bappeda berperan dalam memastikan data dimanfaatkan untuk mendukung kebijakan dan prioritas perencanaan pembangunan, sedangkan Diskominfo bersama perangkat daerah terkait mendukung penguatan tata kelola, interoperabilitas dan penyediaan data sektoral sesuai kewenangan masing-masing.

Penguatan tata kelola Satu Data Indonesia di Jawa Timur juga diharapkan dapat menjadi momentum untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi dan produk unggulan daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pelaksanaan kegiatan yang melibatkan pemerintah Provinsi bersama 38 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur ini mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas pemerintahan dalam mewujudkan tata kelola data pembangunan yang semakin baik.

Selain optimalisasi E-Walidata SIPD, forum ini juga membahas pembinaan Indeks Satu Data Indonesia serta penguatan penyelenggaraan data geospasial, termasuk standar data dan metadata geospasial.

Melalui sinergi pemerintah pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota, penguatan E-Walidata SIPD diharapkan mampu menjadi fondasi pembangunan daerah yang lebih terintegrasi, inklusif, berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (Red).

Previous Post

Fathan Subchi, Pengabdian yang Berpulang, Kebaikan yang Tetap Dikenang

Next Post

TNI AL GAGALKAN PENGIRIMAN RIBUAN BATANG ROKOK ILEGAL TANPA CUKAI DI KOTA SORONG

Related Posts

Headline

Ketua DPRD Renie Rahayu: Sampaikan Fungsi Tugas dan Tanggungjawab Parlemen

30 Oktober 2026
Ekonomi

APBD Jabar 2027 Harus Berdampak Nyata Bagi Kesejahteraan Masyarakat*

30 Oktober 2026
Edukasi

Ketersediaan Debit Air Venue Ski Air untuk PORPROV XV 2026 Disorot DPRD

29 Oktober 2026
Headline

Ketua DPRD Renie Rahayu Apresiasi Hari Sumpah Pemuda

28 Oktober 2026
Ekonomi

DPRD Jabar Pastikan Penyusunan APBD TA 2027 Efektif, Akuntabel, dan Relevan Dengan Kebutuhan Pembangunan Masyarakat

28 Oktober 2026
Politik

Muslim Arbi: KDM Berkiblat ke Geng Solo, Prabowo Perlu Waspadai Manuver Politiknya

28 Oktober 2026
Next Post

TNI AL GAGALKAN PENGIRIMAN RIBUAN BATANG ROKOK ILEGAL TANPA CUKAI DI KOTA SORONG

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021