Oleh: Mayjen TNI (Purn) Fulad (Penasihat Militer Utusan Militer di PBB 2017-2019)
JAKARTA || Bedanews.com –
*Pendahuluan*
“Jenderal, sekarang kegiatannya apa? Tidak bosan setelah pensiun?”
Pertanyaan sederhana itu beberapa kali saya dengar setelah memasuki masa purnabakti. Saya biasanya menjawabnya dengan senyum. Di balik pertanyaan tersebut, saya menangkap satu anggapan yang patut kita renungkan: seolah-olah pengabdian seorang prajurit selesai ketika surat keputusan pensiun diterbitkan, seragam dilepas, dan jabatan diserahkan kepada penerusnya.
Saya tidak sepenuhnya sependapat.
Pensiun memang mengakhiri masa pengabdian dalam kedinasan formal. Namun, ia tidak mengakhiri tanggung jawab kita sebagai manusia, sebagai anggota masyarakat, sebagai warga negara, dan sebagai hamba Allah SWT. Yang berubah adalah medan pengabdiannya, bukan nilai-nilai yang mendasarinya.













