• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, Oktober 24, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Prof. Zudan Kepala BKN: Masyarakat Tidak Menilai Inovasinya, Tetapi Menilai Masalah yang Diselesaikan

Prof. Zudan Kepala BKN: Masyarakat Tidak Menilai Inovasinya, Tetapi Menilai Masalah yang Diselesaikan

angel angel by angel angel
24 Oktober 2026
in Ragam
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

BONDOWOSO || Bedanews.com – Dalam kunjungan kerjanya ke wilayah Bondowoso, Jum’at (23/10/2026), Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan, mendorong Pemerintah Kabupaten Bondowoso memperkuat transformasi pelayanan publik.

Ia mengarahkan bahwa, keberhasilan birokrasi bukan diukur dari banyaknya aplikasi dan inovasi yang dibuat, melainkan dari seberapa banyak persoalan masyarakat yang berhasil diselesaikan.

“Masyarakat tidak melihat berapa banyak inovasi yang kita bangun. Masyarakat melihat berapa banyak masalah yang bisa kita selesaikan dan berapa banyak keluhan yang dapat kita tuntaskan,” tegas Prof. Zudan dalam pertemuan bersama Bupati, Sekretaris Daerah dan jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

BeritaTerkait

Rumah Singgah Sahabat Orang Sakit Semarang Hadirkan Pelayanan Gratis bagi Pasien

24 Oktober 2026
Ketua Umum Asosiasi Aqidah dan Filsafat Islam (ASAFI), Prof.Dr.Kholid Al Walid,M.Ag/Dok.Bedanews.com

Prof. Kholid Al Walid: Filsafat Tidak Boleh Direduksi Hanya dari Perspektif Pasar Kerja

24 Oktober 2026

Menurutnya, setiap program pemerintah harus menghasilkan manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, evaluasi kinerja OPD perlu berfokus pada hasil dan dampak, bukan sekadar jumlah kegiatan yang terlaksana atau aplikasi yang diluncurkan.

Prof. Zudan mencontohkan, keberhasilan layanan administrasi kependudukan harus terlihat dari dokumen yang berhasil diterbitkan dan persoalan warga yang terselesaikan. Sementara itu, layanan kesehatan perlu dinilai dari kemudahan akses, kecepatan penanganan, dan kualitas pelayanan. Ia juga mendorong Bondowoso mempercepat digitalisasi dan menyederhanakan prosedur agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih mudah, cepat, dan responsif. Menurutnya, pemerintah perlu beradaptasi dengan ekspektasi masyarakat yang semakin terbiasa menggunakan layanan digital di sektor perbankan, perdagangan dan transportasi.

Salah satu langkah yang ditekankannya ialah percepatan penggunaan tanda tangan elektronik di lingkungan Pemkab Bondowoso. Teknologi ini menurutnya dapat mempercepat persetujuan dokumen dan proses administrasi tanpa harus bergantung pada kehadiran fisik pejabat di kantor.

Di samping itu, ia mengingatkan bahwa, transformasi digital bukan sekadar memindahkan layanan ke aplikasi, melainkan mengubah pola pikir dan cara kerja birokrasi. Teknologi harus menjadi alat untuk memangkas proses yang berbelit, mempercepat penyelesaian urusan, dan memudahkan masyarakat mengakses layanan.

Selain itu, Prof. Zudan meminta program dan anggaran perangkat daerah diselaraskan dengan visi dan misi kepala daerah, disertai target kinerja dan indikator keberhasilan yang terukur. Penerapan sistem merit juga perlu diperkuat, agar penempatan ASN sesuai kompetensi, potensi dan kebutuhan organisasi.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mendorong penguatan budaya pelayanan melalui lingkungan kerja yang bersih, fasilitas publik yang layak, serta gerakan toilet bersih di sekolah dan perkantoran sebagai bagian dari pembentukan budaya hidup bersih dan integritas. (Red).

Previous Post

Kodim 0806/Trenggalek Gelar Tes Kesegaran Jasmani Prajurit dan PNS

Next Post

Indonesia Pimpin CTIF Council, Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme

Related Posts

Ragam

Rumah Singgah Sahabat Orang Sakit Semarang Hadirkan Pelayanan Gratis bagi Pasien

24 Oktober 2026
Ketua Umum Asosiasi Aqidah dan Filsafat Islam (ASAFI), Prof.Dr.Kholid Al Walid,M.Ag/Dok.Bedanews.com
Edukasi

Prof. Kholid Al Walid: Filsafat Tidak Boleh Direduksi Hanya dari Perspektif Pasar Kerja

24 Oktober 2026
Ketua Umum ASAFI, Prof. Dr. Kholid Al Walid,M.Ag saat memberi sambutan  pada Simposium dan Munas ASAFI 2026 di Hotel Ibis, Bandung-Jawa Barat, Kamis, (22/10)/Foto Bedanews.com
Edukasi

Munas ASAFI 2026: Autokritik Pendidikan Islam dan Matinya Nalar Filsafat

23 Oktober 2026
Edukasi

Refleksi Hari Santri 2026: Gelar Boleh Tinggi, Amanah Jangan Dikhianati,Sudahkah Kita Menjadi Rahmat Bagi Negeri?

23 Oktober 2026
Ragam

Terpaksa Mengunakan Swadaya dan Gotong-royong, untuk Pembangunan Jalan Warga kampung Saluyu Cianjur

23 Oktober 2026
Ragam

BKPRMI DKI Dorong Sertifikat Juara FASI Bisa untuk Jalur Prestasi

23 Oktober 2026
Next Post

Indonesia Pimpin CTIF Council, Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021