• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Jumat, Oktober 23, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » BNNP Jateng Perkuat Petompon! Relawan Antinarkoba Disiapkan, Zero Prevalensi Jadi Target

BNNP Jateng Perkuat Petompon! Relawan Antinarkoba Disiapkan, Zero Prevalensi Jadi Target

angel angel by angel angel
22 Oktober 2026
in Ragam
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

SEMARANG || Bedanews.com — BNNP Jawa Tengah perkuat barisan masyarakat melalui asistensi relawan antinarkotika. Petompon didorong menjadi benteng pencegahan narkoba dari tingkat keluarga hingga lingkungan, demi mewujudkan Jawa Tengah Zero Prevalensi Narkotika.

Perang melawan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Ketika ancaman narkotika menyentuh keluarga, pergaulan dan masa depan generasi muda, masyarakat harus menjadi bagian dari benteng pertahanan pertama. Pesan inilah yang mengemuka dalam kegiatan Asistensi Relawan Antinarkotika dalam rangka Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Sumber Daya Pembangunan Desa yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah di Hotel Silihwangi, Semarang, Kamis (22/10/2026).

Melalui kegiatan ini, BNNP Jawa Tengah memperkuat peran masyarakat dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), khususnya untuk mendukung pengembangan program Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar) di Kelurahan Petompon, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.

BeritaTerkait

Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi Mengucapkan Selamat Hari Santri 2026 (H. Wawan Godawan Saputra, S.IP, M.AP. Sekretaris)

22 Oktober 2026

Bobbu O Zulkarnain SE, MH, Menyayangkan Polemik pengelolaan kontingen Kota Medan untuk Porprovsu XII 2026

22 Oktober 2026

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut rapat koordinasi pembentukan Kelurahan Bersinar di Petompon pada 29 September 2026. Pelibatan ketua RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader PKK, Karang Taruna, Linmas, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dan perangkat kelurahan menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan edukasi sekaligus membangun kepedulian masyarakat terhadap ancaman narkotika.

Pesan yang ingin ditegaskan sederhana, tetapi mendasar: masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton ketika ancaman narkoba hadir di lingkungannya. Warga perlu dibekali pengetahuan, kepedulian, serta kemampuan untuk mengambil langkah yang tepat dan bertanggung jawab.

Plt. Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol. Drs. Edi Swasono, M.M, menegaskan bahwa, keberhasilan pencegahan narkotika tidak dapat hanya bertumpu pada penegakan hukum. Keterlibatan aktif masyarakat diperlukan untuk membangun daya tangkal yang kuat, dimulai dari keluarga dan lingkungan tempat tinggal. Menurutnya, relawan antinarkotika harus menjadi agen perubahan yang mampu menggerakkan masyarakat, bukan sekadar mengikuti kegiatan asistensi.

“Para relawan diharapkan dapat menyampaikan informasi yang benar, memperkuat ketahanan keluarga, membangun kepedulian lingkungan, serta mengajak masyarakat berpartisipasi dalam upaya P4GN. Melalui penguatan Kelurahan Bersinar di Petompon, kami ingin membangun gerakan pencegahan yang berkelanjutan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Target Jawa Tengah Zero Prevalensi Narkotika membutuhkan kerja bersama, komitmen yang konsisten, dan langkah nyata yang dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan masyarakat,” ujar Edi.

Ia menambahkan, relawan antinarkotika memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi yang benar, memfasilitasi kegiatan pencegahan, mengajak masyarakat berpartisipasi, serta memperkuat keberlanjutan program P4GN. Namun, peran tersebut harus dijalankan secara proporsional. Relawan bukan aparat penegak hukum yang bertugas melakukan penyelidikan atau penindakan. Fokus mereka adalah mengedukasi, membangun kepedulian, mengenali potensi persoalan, dan menghubungkan masyarakat dengan pihak berwenang apabila diperlukan.

“Pendekatan humanis juga menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Masyarakat perlu memahami bahaya narkotika sekaligus mengetahui pentingnya akses terhadap penanganan yang tepat, termasuk layanan rehabilitasi sesuai ketentuan, bagi mereka yang membutuhkan pertolongan,” tegasnya.

Dukungan pemerintah wilayah menjadi faktor penting untuk memastikan gerakan Kelurahan Bersinar tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Camat Gajahmungkur, Drs. Andreas Dwi Agung Nugroho, S.A.P, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan seluruh unsur masyarakat dalam memperluas edukasi, serta membangun lingkungan yang tangguh terhadap narkoba.

“Pencegahan narkoba merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, keluarga dan generasi muda. Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan perlu membuka ruang kolaborasi, agar edukasi tentang bahaya narkoba dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Kami berharap para relawan yang telah mendapatkan pembekalan mampu meneruskan informasi kepada lingkungan masing-masing, menghidupkan komunikasi antarwarga dan memperkuat kepedulian terhadap masa depan generasi muda,” ujar Andreas.

Ia menegaskan, masyarakat Kelurahan Petompon perlu terus membangun komitmen bersama agar Kelurahan Bersinar tidak sekadar menjadi program, melainkan gerakan nyata untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman dan produktif.

“Kolaborasi lintas sektor dibutuhkan karena setiap unsur masyarakat memiliki jangkauan dan pengaruh yang berbeda. Kader PKK dapat memperkuat edukasi di lingkungan keluarga, Karang Taruna dapat menjangkau generasi muda, sedangkan tokoh agama dan tokoh masyarakat dapat membangun ketahanan sosial serta mendorong kepedulian warga. Sementara itu, Ketua RW dan perangkat Kelurahan memiliki posisi strategis dalam memperkuat komunikasi, koordinasi dan keberlanjutan kegiatan di tingkat lingkungan,” tegasnya.

Apabila seluruh potensi tersebut disatukan, Kelurahan Petompon memiliki peluang untuk membangun sistem pencegahan yang tumbuh dari masyarakat, dijalankan bersama masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dari sisi masyarakat, tantangan terbesar bukan hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga memastikan pengetahuan tersebut diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Tokoh masyarakat sekaligus peserta kegiatan, Soejatmoko, S.Pd, menyoroti pentingnya kepedulian warga dalam menjaga keluarga dan lingkungan tempat tinggal.

“Menjaga lingkungan dari ancaman narkoba tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah atau BNN. Kita sebagai warga memiliki tanggung jawab untuk menjaga keluarga, memperhatikan lingkungan, dan memberikan pemahaman yang benar kepada generasi muda. Kepedulian itu bisa dimulai dari komunikasi sehari-hari, kegiatan warga, maupun saling mengingatkan tentang pentingnya hidup sehat tanpa narkoba,” ujar Soejatmoko.

Ia menilai, keterlibatan tokoh masyarakat menjadi penting karena pencegahan dapat dimulai melalui interaksi sehari-hari. Pertemuan warga, kegiatan keagamaan, aktivitas pemuda dan komunikasi dalam keluarga dapat menjadi ruang untuk menyebarkan informasi yang benar tentang bahaya narkoba.

“Setelah mengikuti kegiatan ini, pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi dapat dibagikan kepada keluarga dan tetangga. Kami ingin Petompon menjadi lingkungan yang semakin peduli, berani mengambil langkah yang tepat dan bersama-sama mendukung terwujudnya Jawa Tengah Zero Prevalensi Narkotika,” tambahnya.

Soejatmoko juga menekankan pentingnya pemahaman mengenai tindakan yang tepat ketika masyarakat menemukan indikasi persoalan narkotika. Warga perlu berkoordinasi dengan pihak berwenang dan tidak mengambil tindakan di luar kewenangannya. Dengan demikian, kepedulian lingkungan dapat dibangun tanpa menimbulkan stigma atau tindakan yang justru membahayakan warga.

Dalam kegiatan asistensi tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai narkoba dan upaya pencegahannya, kebijakan pemerintah daerah terkait program Kelurahan Bersinar, rehabilitasi penyalahguna narkoba, serta narkotika dalam perspektif hukum.

Pembekalan ini diharapkan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas calon relawan untuk melakukan komunikasi dan edukasi secara efektif, membangun jejaring masyarakat, serta mendukung keberlanjutan program Kelurahan Bersinar di Petompon.

BNNP Jawa Tengah menempatkan penguatan Kelurahan Bersinar sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jawa Tengah Zero Prevalensi Narkotika. Cita-cita tersebut membutuhkan gerakan yang konsisten, terukur, dan berkelanjutan, mulai dari keluarga, lingkungan RT/RW, kelurahan, hingga terintegrasi dengan program pembangunan daerah.

Karena itu, keberhasilan Kelurahan Bersinar tidak semestinya hanya diukur dari terlaksananya kegiatan atau terbentuknya relawan. Hal yang lebih penting adalah tumbuhnya kepedulian warga, meluasnya edukasi, kuatnya koordinasi, serta tersedianya langkah penanganan dan rujukan yang tepat ketika masyarakat menghadapi persoalan narkotika.

Dari Petompon, gerakan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kelurahan lain di Jawa Tengah untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam P4GN. Jangan menunggu narkoba menjadi masalah di depan rumah untuk mulai peduli. Pencegahan harus dimulai sejak dini, dan masyarakat harus menjadi bagian dari jawabannya. Dari keluarga dan lingkungan yang tangguh, langkah menuju Jawa Tengah Zero Prevalensi Narkotika dibangun bersama. (Red).

Previous Post

Pastikan Pembangunan Sesuai Target, Dansatgas TMMD ke 130 Tinjau Langsung Pekerjaan Jembatan

Next Post

Hadiri Peringatan Hari Santri 2026 di Trenggalek, Wujud Sinergi TNI-Polri

Related Posts

Ragam

Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi Mengucapkan Selamat Hari Santri 2026 (H. Wawan Godawan Saputra, S.IP, M.AP. Sekretaris)

22 Oktober 2026
Ragam

Bobbu O Zulkarnain SE, MH, Menyayangkan Polemik pengelolaan kontingen Kota Medan untuk Porprovsu XII 2026

22 Oktober 2026
Ragam

Kopi Pagi, Etika yang Retak, dan Reboisasi Akal Kita

22 Oktober 2026
Ragam

Hari Santri Nasional, Ineu Purwadewi Sundari Dorong Santri Jabar Jadi Generasi Unggul

22 Oktober 2026
Ragam

Peringati Hari Santri, Tom Maskun Harap Santri Berakhlak dan Berilmu

22 Oktober 2026
Ragam

Taiwan Excellence Ajak Konsumen Indonesia Kenali Inovasi Teknologi Taiwan

22 Oktober 2026
Next Post

Hadiri Peringatan Hari Santri 2026 di Trenggalek, Wujud Sinergi TNI-Polri

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021