Oleh: Ustadz Kampung (Berdomisili di Jakarta Barat)
JAKARTA || Bedanews.com – Yang lucu, yang pandai melawak, yang jago bikin konten… justru paling laris diundang. Panggungnya penuh, jadwalnya padat, pengikutnya jutaan.
Sementara itu…
Mubaligh yang belajar bertahun-tahun, yang hafalannya kuat, yang sanad ilmunya jelas, yang akhlaknya terjaga… justru sepi. Tidak viral, tidak lucu, jadi tidak diundang.
Lalu ini fenomena apa?
*Rasulullah sudah jawab 14 abad lalu.*
_”Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya. Di saat itu pendusta dianggap jujur, yang jujur dianggap dusta. Pengkhianat dianggap amanah, yang amanah dianggap khianat. Dan pada saat itu Ruwaibidhah ikut berbicara.”_
Sahabat bertanya, _”Siapa Ruwaibidhah itu ya Rasulullah?”_













