(Bagian Pertama)
Oleh: Dr. Fachrul Razi
JAKARTA || Bedanews.com – Ada satu pertanyaan mendasar ketika kita melihat gambaran besar kabinet pemerintahan dengan puluhan menteri, wakil menteri, pejabat setingkat menteri, dan unsur penasihat Presiden: apakah semakin banyak pejabat berarti semakin efektif pemerintahan? Ataukah justru semakin besar kabinet, semakin panjang rantai birokrasi dan semakin rumit koordinasi kekuasaan?
Pertanyaan ini penting karena kabinet bukan sekadar kumpulan orang yang mengenakan jas, berdiri di depan istana, lalu berfoto bersama. Kabinet adalah instrumen kekuasaan negara yang menentukan arah kebijakan, penggunaan anggaran, pelayanan publik, dan masa depan masyarakat.
Persoalannya bukan semata-mata berapa banyak orang yang duduk dalam kabinet, melainkan apa yang benar-benar mereka kerjakan untuk rakyat.













