JAKARTA, Bedanews.com –
Tema moderasi beragama kembali menjadi landasan etis dalam dunia pendidikan. Pesan tersebut disampaikan Guru Besar Manajemen Pendidikan Prof.Dr.a.Rusdiana, MM,. dalam rilisnya dengan tema “Menegakkan Disiplin, Jangan Mengabaikan Keadilan” yang disampaikan di Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Prof.A Rusdiana menguraikan empat pelajaran utama dalam menyikapi kebijakan pendidikan, khususnya terkait isu tinggal kelas atau dalam istilah Sunda disebut ngendog.
Pertama: Tawassuth – Disiplin sebagai Amanah, Bukan Hukuman.
Khatib menjelaskan, tawassuth mengajarkan sikap pertengahan yang menjauhi sikap berlebihan. Dalam pendidikan, tidak seharusnya membiarkan murid naik kelas tanpa penguasaan kompetensi, namun juga tidak menjadikan tinggal kelas sebagai hukuman otomatis atas setiap kesulitan belajar.













