DEMAK || Bedanews.com – Tim Gerakan Literasi Jum’at SMKN 1 Sayung (Geliat Skansay) menggelar worksop literasi budaya dan kewargaan yang diikuti oleh siswa-siswi Kelas X, Senin (5/10/2026).
Kegiatan yang menghadirkan narsumber Nur Zaidi, Wartawan Kompas.com tersebut, mengusung tema Memupuk Toleransi dan Empati Menuju Pribadi yang Inklusif.
Dalam paparannya, Zaidi mengajak peserta untuk memahami pentingnya menghargai perbedaan serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Membangun lingkungan di sekitarnya agar hidup harmonis melalui berbagai kegiatan yang menanamkan nilai toleransi dan empati.
“Manusia diciptkan sebagai pribadi yang unik dan berbeda. Kita juga hidup di lingkungan yang beragam. Toleransi dan empati, menjadi fondasi penting dalam membentuk pribadi yang inklusif di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial yang ada di Indonesia,”kata Zaidi.
“Mari kita ciptakan suasana yang aman, nyaman, dan mendukung bagi semua orang tanpa terkecuali,” imbuhnya.
Sementara itu, Sunar, Kepala SMKN 1 Sayung mengatakan, sebagai lembaga pendidikan, SMKN 1 Sayung terus mendorong dan mengajak peserta didiknya meningkatkan kesadaran akan pentingnya menghargai perbedaan serta membangun kepedulian terhadap sesama. Salah satunya dengan kegiatan workshop literasi.
“Toleransi itu penting, apalagi kita hidup di negara Pancasila, harus bisa menerima segala bentuk perbedaan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kita,” ujar Sunar.
Hal senada juga disampaikan oleh Dewi Wulansari, Ketua Geliat Skansay, dengan semakin kuatnya budaya toleransi dan empati, para siswa diharapkan dapat membangun kehidupan yang lebih harmonis. Melalui pembiasaan sikap toleran dan empatik, diharapkan semakin banyak individu yang mampu menjadi pribadi inklusif. (Red).













