• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Kekurangan Air, Polres Demak Bersama Wartawan Bantu Ponpes Giri Kesumo

Kekurangan Air, Polres Demak Bersama Wartawan Bantu Ponpes Giri Kesumo

Asep Budi by Asep Budi
11 September 2026
in Ragam, TNI-POLRI
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

DEMAK || Bedanews.com – Polres Demak bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Demak dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Muria Raya menyalurkan empat tangki air bersih ke Pondok Pesantren Giri Kesumo, Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jum’at (11/9/2026).

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih para santri yang sempat mengalami keterbatasan pasokan dalam beberapa pekan terakhir.

Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Arlan Budi Kusuma mengatakan, penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian sekaligus kolaborasi antara kepolisian dan insan pers dalam merespons kebutuhan masyarakat.

BeritaTerkait

Perkuat Toleransi, Kapolres Demak Bangun Sinergi dengan Jemaat GKJ

7 November 2026

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026

Informasi mengenai kondisi Pondok Pesantren Giri Kesumo yang mengalami keterbatasan air bersih menjadi dasar dilakukannya penyaluran bantuan.

“Kolaborasi, kerja sama, dan komunikasi antara Polres Demak dengan insan pers ini semoga dapat terus berjalan secara berkelanjutan sehingga bisa membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Arlan.

Menurut Arlan, air bersih menjadi kebutuhan dasar bagi para santri, terutama untuk mandi, mencuci, serta menunjang kebutuhan ibadah.

Namun, berdasarkan keterangan pengelola pesantren, kondisi kekurangan air tersebut belum sampai mengganggu pelaksanaan ibadah. Kebutuhan air untuk wudu masih dapat dipenuhi sehingga para santri tidak sampai harus melakukan tayamum.

Arlan mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban pengelola pesantren dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari para santri.

Polres Demak, lanjut dia, juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Selain persoalan ketersediaan air, kondisi kering juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

“Kami akan berupaya melakukan kegiatan seperti ini secara berkelanjutan untuk membantu masyarakat, khususnya ketika menghadapi kekurangan air bersih,” ujar Arlan.

Pengasuh Pondok Pesantren Giri Kesumo, Gus Hanif Maimun, mengatakan, sejumlah sumber air yang selama ini menjadi penopang kebutuhan pesantren mengalami penurunan debit selama sekitar tiga minggu hingga satu bulan.

Beberapa sumber bahkan tidak lagi dapat dialirkan ke lingkungan pondok. Kondisi tersebut membuat pengelola pesantren harus mendatangkan air menggunakan tangki untuk memenuhi kebutuhan para santri.

Keterbatasan air paling dirasakan untuk kebutuhan sehari-hari. Penggunaan air untuk mandi harus dikurangi, sementara kebutuhan mencuci dan pelayanan logistik pesantren juga ikut terdampak.

“Kemarin yang agak terkendali itu kebutuhan mencuci dan pelayanan logistik pondok karena memang membutuhkan air cukup banyak. Kalau untuk ibadah, alhamdulillah masih bisa tercover dan belum sampai tayamum,” kata Gus Hanif.

Saat ini kondisi sejumlah sumber air mulai membaik. Meski demikian, pengelola pesantren masih harus mengatur distribusi air untuk memenuhi kebutuhan pondok putra, pondok putri, serta berbagai lembaga pendidikan yang berada di lingkungan pesantren.

Gus Hanif berharap, bantuan tersebut dapat membantu menjaga ketersediaan air selama kondisi sumber air belum sepenuhnya pulih.

“Harapannya bantuan air seperti ini bisa semakin menjangkau dan menutup kebutuhan para santri, serta kegiatan yang ada di pondok,” ujarnya. (Red/Munthohar/Ershi).

Previous Post

Ajakan Tawuran di Instagram Berujung Kematian Pelajar di Demak

Next Post

Menteri Nusron: LP2B Jatim Lampaui Target, Pemda Segera Integrasikan ke dalam RTRW

Related Posts

TNI-POLRI

Perkuat Toleransi, Kapolres Demak Bangun Sinergi dengan Jemaat GKJ

7 November 2026
Ragam

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026
Ragam

Pemuda Berdampak: Satukan Gagasan, Bangun Gerakan Menuju Deklarasi Wilayah Kota Cilegon

7 November 2026
TNI-POLRI

Misa Ekaristi TNI-Polri di Polda Kaltim, Perkuat Iman dan Kebersamaan dalam Pengabdian

7 November 2026
TNI-POLRI

Kodim Ponorogo Gelar Do’a Syukur Peringati Hari Pahlawan 2026

7 November 2026
Ragam

Ekonomi Hijau Jadi Fokus Perencanaan Pembangunan Kalimantan Utara

7 November 2026
Next Post

Menteri Nusron: LP2B Jatim Lampaui Target, Pemda Segera Integrasikan ke dalam RTRW

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021