DEMAK || Bedanews.com- “Saya mendukung upaya PGSI untuk memajukan pendidikan di kabupaten Demak, berupa pelaksanaan sekolah swasta gratis yang berkeadilan, tanpa sekat”.
Demikian disampaikan kepada sejumlah wartawan, oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Demak, HS. Fahrudin Bisri Slamet, SE. yang juga Pembina PGSI Demak, saat memberikan pesan sambutan, pelepasan 74 Guru tergabung dalam PGSI (Persatuan Guru Seluruh Indonesia) Kabupaten Demak, bertempat di pendopo rumah rakyat, Minggu (30/8/2026).
Lebih lanjut, Slamet, panggilan akrabnya, berharap agar selama pelaksanaan giat studi tiru di DPRD DKI Jakarta dan beberapa giat lainnya, para guru PGSI diberikan kelancaran, keselamatan, hasil studi tiru dapat diterapkan di Kabupaten Demak.
“Semoga Ibu/Bapak diberikan keselamatan, nantinya hasil studi tiru bisa diadopsi untuk diterapkan di Kabupaten Demak, tentunya menyesuaikan kemampuan APBD,” pungkas Slamet.
Sementara itu, dalam laporannya, Ketua PGSI Demak, Ng.Noor Salim, S.Pd.I, Gr, C.PLA. menyampaikan bahwa, kunjungan studi tiru yang diikuti oleh 74 pengurus PGSI, bertujuan mewujudkan amanat keputusan MK tentang sekolah swasta gratis.
“Berdasarkan keputusan MK tentang pendidikan dasar gratis, Nomor 3/PUU-XXII/ 2024 yang diputus pada tanggal 27 Mei 2025, maka 74 guru PGSI Demak bersama Dinas Pendidikan, ngangsu kaweruh ke DPRD DKI Jakarta, atas pelaksanaan sekolah swasta gratis dibiayai penuh oleh Pemprov DKI Jakarta,” kata Salim.
Harapan saya, lanjutnya, hasil studi tiru bisa diterapkan walaupun tidak sepenuhnya, oleh Pemkab Demak, pungkas Pria penerima penghargaan tingkat ASEAN tersebut.
Adapun giat studi tiru PGSI, dilaksanakan selama tiga hari, yaitu mulai Minggu, 30 Agustus hingga Selasa, 1 September 2026. (Red).













