Bandung, Bedanews.com —
Argumentatif, rasional, dan atraktif. Tiga kata itu menggambarkan sosok Agus Permana saat mempertahankan disertasinya di hadapan tim promotor dan penguji.Sidang Terbuka Ujian Promosi Doktor Bidang Studi Agama-agama berlangsung di Aula Lantai 4 Gedung Pascasarjana Kampus 2 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jalan Soekarno-Hatta, Kamis (13/8/2026)

Agus Permana bukan nama baru di lingkungan UIN SGD Bandung. Ia menjabat sebagai Ketua Program Studi Sejarah Peradaban Islam – SPI, Fakultas Adab dan Humaniora.
Dengan gaya atraktif, ia tampil memukau secara intelektual. Di hadapan para penguji, Agus mampu menjawab seluruh pertanyaan dengan tenang, runtut, dan berbasis data. Setiap sanggahan dibedah secara detail, menunjukkan kedalaman penguasaan materi dan nalar kritis yang tajam.Hasilnya, ia dinyatakan lulus dengan yudisium Sangat Memuaskan dan meraih IPK 3.88.Membongkar “Transformasi Gerakan Keagamaan Habaib Betawi”Disertasi yang dipertahankannya berjudul “TRANSFORMASI GERAKAN KEAGAMAAN HABAIB BETAWI DARI AWAL KEMERDEKAAN SAMPAI REFORMASI”.













