BEDAnews.com, BANDUNG – Nama Asep Mulyana Suherman kini semakin lekat dengan panggung musik di Jerman. Jebolan Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 4 itu membuktikan eksistensinya lewat album “Lieblingslieder”, dengan materi lagu berbahasa Jerman dan Inggris.
Hotel Sonnenhof Aspach menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan Asep di negara tersebut. Dari lingkungan inilah kesempatan bermusiknya berkembang, hingga kini karya rekamannya bisa dinikmati pendengar melalui berbagai platform musik digital.
Album “Lieblingslieder” dirilis pada 17 Juli 2026 dan tersedia di Amazon Music, Apple Music serta Spotify. Tidak hanya dalam format digital, album tersebut juga hadir dalam bentuk CD.
Kabar itu disampaikan Asep kepada awak media dalam wawancara jarak jauh Bandung-Jerman melalui sambungan telepon, Rabu malam (12/8/2026).
Perjalanan terbaru Asep menarik perhatian karena ia kini hadir dengan karakter musik berbeda dibandingkan ketika dikenal masyarakat Indonesia melalui KDI. Di Jerman, Asep membawakan lagu-lagu berbahasa Jerman dan Inggris.
Karya dan penampilannya pun mendapat sambutan positif. Sejumlah video, lagu dan penampilan Asep yang beredar melalui media sosial maupun YouTube mendapat banyak komentar dari warganet.
Banyak di antara mereka memuji suara dan penampilan Asep. Kemampuannya membawakan lagu berbahasa Jerman juga mengundang kekaguman, terlebih bahasa tersebut bukan bahasa ibu penyanyi asal Indonesia itu.
Salah satu lagu yang terdapat dalam rilisan Asep berjudul “So Schön Ist Es Nur Im Sonnenhof”. Lagu tersebut memiliki kaitan menarik dengan Sonnenhof, nama yang selama ini juga menjadi bagian dari aktivitas Asep selama berada di Jerman.
Berdasarkan informasi yang tercantum pada rilisan digital lagu tersebut, Felix Gauder terlibat sebagai produser sekaligus menangani recording, mixing dan mastering.
Uwe Busse dan Bernd Dietrich tercatat sebagai komposer. Sementara Bernd Dietrich bersama Erich Öxler tercantum pada bagian penulisan lirik.
Keterlibatan nama-nama tersebut turut memberi warna pada karya rekaman Asep. Album “Lieblingslieder” menjadi bukti keseriusannya menekuni musik di tengah kehidupannya di Jerman.
Nama album itu sendiri dalam bahasa Jerman berarti lagu-lagu favorit. Melalui album tersebut, Asep kini memiliki karya yang bisa menjangkau pendengar tanpa batas panggung dan wilayah.
Jejak KDI masih melekat pada namanya di Indonesia. Namun di Jerman, Asep mulai membangun cerita musiknya sendiri. Ia tak hanya tampil bernyanyi, tetapi kini telah memiliki karya rekaman yang tersedia secara luas.
Respons yang muncul di media sosial dan YouTube menjadi penyemangat tersendiri. Pujian terhadap suara, penampilan dan lagu-lagu yang dibawakannya menunjukkan karya Asep mulai mendapat tempat di antara pendengar yang mengikuti kiprahnya.
Asep berharap “Lieblingslieder” dapat terus menjangkau lebih banyak pencinta musik. Pendengar di Indonesia juga dapat menikmati album tersebut melalui Amazon Music, Apple Music, Spotify maupun platform musik digital lainnya.
Dari Hotel Sonnenhof Aspach, perjalanan Asep Mulyana Suherman kini menghasilkan jejak baru. “Lieblingslieder” menjadi karya yang membawa suara jebolan KDI itu menjangkau pendengar dari Jerman hingga Indonesia.**













