Oleh: Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian)
JAKARTA || Bedanews.com – “Dadi polisi kudu ono lelabuhane. Ora ono lelabuhane ora ono gunane. Dadi polisi iku anane wong winates dadi kawulo tanpo winates”.
*Pendahuluan*
Menjadi polisi harus ada manfaatnya, kalau tidak ada manfaatnya maka tidak ada gunanya. Menjadi polisi itu ada batasnya, menjadi masyarakat itu tanpa batas. Kalimat tersebut diadopsi dari tulisan Sindunata (1999) untuk menunjukkan bahwa keberadaan polisi karena adanya kebutuhan pelayanan kepolisian yang menjadi bagian dari masyarakatnya yang diterima dan mendapatkan dukungan dari masyayarakat yang dilayaninya karena keberadaanya mampu mewujudkan dan memelihara keteraturan sosial adanya keamanan dan rasa aman. Polisi dapat dikatakan sebagai bayang-bayang dari masyarakatnya, “jangan berharap punya polisi yang sehat dalam masyarakat yang sakit”. Membahas kepolisian dapat dilihat dari pemolisiannya, polisi sebagai petugas, sebagai fungsi dan sebagai institusi. Polisi bekerja melalui pemolisian.













