Oleh: Mayjen TNI (Pur) Fulad (Penasihat Militer RI untuk PBB di New York 2017-2019)
JAKARTA || Bedanews.com –
*Pendahuluan*
Saya menyampaikan kegelisahan seorang purnawirawan yang pernah bertugas di lorong-lorong Dewan Keamanan PBB. Bukan untuk menggurui, tetapi untuk mengingatkan karena saya melihat pola yang sama terulang: dunia pura-pura damai sambil memegang pistol di bawah meja.
Apa yang terjadi pada 1 Mei 2026 antara Amerika Serikat dan Iran bukan lagi sekadar ketegangan. Ini adalah sebuah absurditas. Di satu sisi, AS mengumumkan gencatan senjata. Di sisi lain, mereka memperketat blokade militer di laut Teluk, suatu tindakan yang dalam hukum perang internasional jelas-jelas merupakan casus belli. Iran pun menggunakan masa “gencatan” itu untuk mengisi kembali rudal-rudalnya di bawah tanah.












