Oleh: Mayjen TNI (Purn) Fulad (Penasihat Militer Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York 2017-2019)
JAKARTA || Bedanews.com – Ketika saya sedang duduk sambil minum kopi di sebuah pondok kecil di lereng gunung Gede Pangrango. Di depan saya, kabut bergerak pelan menyelimuti pohon-pohon pinus yang menjulang. Angin bertiup dingin, menusuk hingga ke tulang. Di kejauhan, sesekali terdengar suara burung yang entah sedang memanggil apa. Gunung ini sudah berdiri sejak zaman purba. Ia menyaksikan kerajaan-kerajaan runtuh, perang naik turun dan manusia yang tak pernah belajar dari kesalahannya.
Saya memilih menulis dari sini karena gunung tidak pernah berbohong. Gunung hanya diam, kokoh, dan mengingatkan kita bahwa di alam ini, kesabaran ada batasnya. Begitu pula dengan perdamaian dunia. Saat ini, di seberang lautan, ada bom waktu yang sedang berdetak. Namanya: blokade AS terhadap Iran. Dan saya khawatir, kita semua sedang berdiri terlalu dekat dengan lokasi ledakan.













