*Saya Lihat Sendiri: Gencatan Senjata Itu Gagal.*
Dua pekan lalu, dunia sempat bernapas lega. AS, Iran, dan Pakistan mengumumkan gencatan senjata. Berita itu menyebar cepat. Banyak kolega saya di New York tersenyum lega.
Saya tidak. Kenapa? Karena saya sudah duduk cukup lama di Dewan Keamanan PBB sebagai Asisten Militer. Saya tahu persis bagaimana perundingan semacam ini berjalan. Kalau akar masalahnya tidak disentuh, gencatan senjata hanya plester di luka yang membusuk. Dan benar saja.
Putaran pertama di Islamabad berlangsung 21 jam. Mereka berbicara, berdebat, saling tunjuk muka. Tapi ketika selesai? Tidak ada kesepakatan. Apa yang membuat mereka buntu? *Tiga hal:*
Pertama, soal nuklir. AS minta Iran berhenti selama 20 tahun. Iran hanya mau 3 sampai 5 tahun. Selisih 15 tahun. Itu bukan celah, itu jurang.













