Bandung, BEDAnews – Hari Raya Idul Fitri 2026 sudah semakin dekat, tradisi mudik yang dinanti-nantikan setiap tahun kembali hadir, membawa kebahagiaan sekaligus tantangan saat di perjalanan.
Menghadapi kondisi jalan yang padat, setiap pengemudi perlu bersikap sabar dan bertanggung jawab. Tidak hanya memastikan kendaraan dalam kondisi prima, tetapi juga menerapkan etika berkendara agar perjalanan tetap aman dan nyaman hingga sampai di kampung halaman.
Panglima Semprul Susilo Nandang Bagio mengingatkan untuk pemudik, khususnya pengguna sepeda motor, untuk tidak berkendara secara ugal-ugalan serta tidak membawa barang berlebihan (gembolan) demi keselamatan bersama saat arus mudik.
“Hindari ngebut, melawan arah, serta membawa muatan berlebihan. Jaga kecepatan stabil, istirahat cukup untuk hindari kelelahan, dan gunakan helm standar serta perlengkapan berkendara lengkap guna meminimalisir risiko kecelakaan di jalan,” tutur Susilo saat dihubungi melalui saluran whatsappnya pada Minggu 15 Maret 2026.

Dengan mematuhi aturan dan berkendara santai, pemudik dapat sampai di tempat tujuan atauย kampung halaman dengan selamat dan mengurangi risiko kecelakaan yang tinggi.
“Mudik identik dengan kemacetan, jadi bersabarlah dalam perjalanan. Hindari menyalip sembarangan, zig-zag di jalan, atau memaksakan diri melaju dengan kecepatan tinggi, terutama di jalan yang padat,” tambahnya.
Bagi pemudik jarak jauh, tambah Susilo sering kali membuatย lelah atau mengantuk, yang dapat menurunkan konsentrasi dan refleks. Jika tubuh mulai terasa letih, sebaiknya segera mencari tempat istirahat yang aman dan nyaman.
“Bagi para pengemudi atau pengguna motor, keselamatan di jalan menjadi prioritas utama. Tak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang-orang terkasih yang menanti di rumah,”pungkasnya.













