• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Jumat, Mei 1, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Pendidikan Dipandang Penting Dorong Birokrasi Lebih Adaptif

Pendidikan Dipandang Penting Dorong Birokrasi Lebih Adaptif

admin by admin
31 Januari 2026
in News
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, BEDAnews – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung H. Rizal Khairul, S.IP., M.Si., mengungkapkan, sektor pendidikan menjadi kunci penting bagi keberhasilan visi Indonesia Emas 2045. Pendidikan juga bisa menjadi instrumen penggerak pemerintahan di samping hadirnya kepemimpinan berintegritas, kompetensi manajerial, dan etika.

“Investasi cerdas yakni aliran anggaran pendidikan untuk masa depan Indonesia. Sebagai contoh yang telah diterapkan, ada dampak investasi 20 persen pendidikan yang menjadikan kuallitas pendidikan makin meningkat, dan jumlah lulusan yang turut meningkat,” tuturnya, saat menjadi narasumber Kuliah Bareng Birokrat (KBB) Kota Bandung gelaran Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), di Auditorium K.H. Ahmad Dahlan UMB, Sabtu, 31 Januari 2026.

Dalam kuliah yang dihadiri mahasiswa dan para tenaga pengajar itu, Rizal Khairul memaparkan visi Indonesia Emas 2045 yang merupakan sebuah janji dan tantangan strategis untuk mencapai kesejahteraan, keadilan, dan inovasi tinggi pada momentum 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Untuk mencapai hal itu, dibutuhkan transformasi birokrasi yang beradaptasi dan inklusif. Sebab, berdasarkan sejumlah catatan saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan stereotipe birokrasi yang cenderung tradisional: Dengan struktur yang kaku dan tidak responsif saat menghadapi gelombang energi tuntutan masyarakat, serta ASN baru yang belum adaptif terhadap inovasi. Sementara 60 persen ASN saat ini termasuk generasi millennial dan generasi Z.

BeritaTerkait

Wapres Tinjau Layanan Fast Track (Makkah Route) di Bandara Juanda Surabaya

1 Mei 2026

Dukung Penguatan Ketahanan Air dan Pangan, Wapres Tinjau Progres Pembangunan Bendungan Bagong 

1 Mei 2026

“Kebutuhan birokrasi itu harus selalu adaptif dan inovatif. Diperlukan perubahan pola pikir dan pola kerja, solusi kreatif dari generasi muda, dan pemerintahan yang transparan dan responsif,” ujarnya.

Agar dapat bergerak menuju ke arah itu, dibutuhkan penciptaan lingkungan kerja yang menarik dan memberdayakan, dengan melibatkan pegawai muda dalam pengambilan keputusan, cepat mengadopsi teknologi, dan menerapkan strategi rekrutmen yang cermat.

“Menuju Indonesia Emas 2045 itu turut mendorong birokrasi yang lebih responsif dan inklusif demi tata kelola pemerintahan yang baik di era modern. Dan pendidikan itu mesin penggerak tata kelola pemerintahan berkelanjutan hingga masa depan,” katanya.

Rizal Khairul menambahkan, untuk menjawab tantangan di sektor pendidikan ini diperlukan strategi implementasi kebijakan pendidikan dengan menyinkronisasi kebijakan pusat dengan daerah, penyamaan persepsi, penguatan pemahaman teknis, serta dukungan guru.

Selain itu, perlu diputus kesenjangan kualitas wilayah pendidikan dengan pendanaan inovatif, mengadaptasi kurikulum lokal, dan penguatan partisipasi masyarakat berbasis nilai.

“Yang tidak kalah penting, harus dibentuk kolaborasi multipihak antara pemerintah, swasta, masyarakat. Ini diperlukan untuk pengelolaan sumber daya yang efektif dalam implementasi kebijakan. Saya berharap dengan energi teman-teman mahasiswa ini suatu saat bisa bermanfaat bagi rakyat dan diperlukan oleh pemerintah,” tutur Rizal Khairul.

Acara ini juga menghadirkan narasumber lainnya seperti dosen Universitas Pendidikan Indonesia Tasikmalaya, Risbon Sianturi, Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Bandung Dr. Rini Ayu Susanti, dan Founder Prisma Muda dan Duta Bava Jawa Barat, Alfath Fadillah Ridwannur. Hadir pula Sekretaris Prodi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Bandung, Yayan Andri dan dosen Pengampu Mata Kuliah Birokrasi dan Governansi Publik, Fatmawati.**

Tags: DPRD Kota BandungGenerasi MudaPendidikanreformasi birokrasiTata Kelola Pemerintahan
Previous Post

Keren! Sesuai Pasal 436 KUHP Korban Kekerasan Verbal bisa Melaporkan Pelaku

Next Post

Rapat Pleno Hasil Penilaian Kearsipan RSUD Kapuas Bersama Disarpustaka

Related Posts

News

Wapres Tinjau Layanan Fast Track (Makkah Route) di Bandara Juanda Surabaya

1 Mei 2026
News

Dukung Penguatan Ketahanan Air dan Pangan, Wapres Tinjau Progres Pembangunan Bendungan Bagong 

1 Mei 2026
News

150 Karung Sampah Diangkut dari Dua Saluran di Tomang

1 Mei 2026
News

Sudin Nakertrans Jakbar Salurkan 550 Paket Sembako

1 Mei 2026
BUTUH PEEHATIAN-Banjir berulang di kompleks D'Amerta Residence, Ciganitri, Bojongsoang, Bandung, Kamis (30/4)2026), sungai meluap tanda tak dalam, butuh perhatian. (Kolase foto/ihd).
News

Pendangkalan Sungai Picu Banjir Berulang di D’Amerta, Keberadaan Podomoro Park Disorot

1 Mei 2026
News

ASPIRASI: Wujudkan Kesejahteraan Pekerja, Tegakkan Keadilan Sosial!

1 Mei 2026
Next Post

Rapat Pleno Hasil Penilaian Kearsipan RSUD Kapuas Bersama Disarpustaka

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021