Tasikmalaya, Bedanews.com – Jeni Tugistan, S.H., M.H., kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Tasikmalaya untuk periode 2025-2029.
Keputusan ini lahir dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di salah satu rumah makan di Jalan Mashudi, Tasikmalaya, Sabtu (24/01/2026).
Sebelumnya, panitia Muscab telah membuka ruang seluas-luasnya bagi para kandidat yang ingin mendaftarkan diri.
Namun, hingga forum dimulai, tidak ada calon lain yang mendaftar sehingga seluruh peserta sepakat untuk kembali menunjuk Jeni Tugistan memimpin organisasi advokat tersebut.
Dalam sambutannya, Jeni menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh anggota yang telah menyukseskan gelaran Muscab. Ia berharap IKADIN Tasikmalaya ke depan dapat semakin solid.
“Alhamdulillah, saya kembali diberikan kepercayaan untuk mengemban tugas sebagai Ketua DPC IKADIN Tasikmalaya. Insya Allah, ke depan organisasi ini akan semakin solid dan menjadi lebih baik lagi dalam menjalankan fungsinya,” ujar Jeni usai terpilih.
Salah satu visi utama yang dibawa Jeni untuk periode kedua ini adalah penguatan bantuan hukum bagi masyarakat.
IKADIN Tasikmalaya berkomitmen untuk menjadi garda terdepan bagi warga yang membutuhkan pendampingan namun memiliki keterbatasan ekonomi.
“DPC IKADIN Tasikmalaya sangat terbuka bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi maupun meminta pendampingan hukum, baik itu terkait perkara pidana maupun perdata. Kami berkomitmen membantu masyarakat kurang mampu yang membutuhkan kepastian hukum,” tegasnya.
Di tengah berlakunya Undang-Undang KUHP yang baru, Jeni juga memberikan pesan penting kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih pendamping hukum.
Ia mengingatkan warga agar tidak mudah tertipu oleh oknum yang mengaku-ngaku sebagai advokat atau pengacara.
“Saat ini banyak oknum yang mengatasnamakan advokat atau lawyer. Saya berpesan kepada masyarakat, jika ada yang menawarkan jasa hukum, pastikan dan tanyakan dulu Kartu Tanda Anggota (KTA) resminya. Harus jelas legalitasnya agar masyarakat tidak menjadi korban oknum tidak bertanggung jawab,” pungkas Jeni. (Suslia)











