Bandung, BEDAnews
Rendahnya anggaran sector perekonomian dalam APBD Jawa Barat yang hanya di kisaran 6 persen dari keseluruhan anggaran APBD, mendapat perhatian dari wakil gubernur Jawa Barat Dede Yusuf.
Padahal sector perekonomian sangat berperan dalam mempengaruhi peningkatan daya beli dan pendapatan masyarakat, yang dapat meningkatkan angka Indek Pembangunan Manusia (IPM) khususnya kemampuan daya beli masyarakat Jabar yang masih rendah dibanding sector lainnya dalam indicator IPM.
“Ini jadi tanda tanya bagi saya, anggaran APBD kita untuk sector perekonomian hanya mencapai 6 persen, mestinya kalau kita lihat untuk skala perbandingan anggaran, untuk peningkatan Indikator Indek Pembangunan Manusia (IPM) sector Pendidikan sudah mencapai 20 persen, sector Kesehatan telah mencapai 10 persen, maka mestinya anggaran sector perekonomian ini minimal mencapai 10 persen dari APBD kita yang mencapai Rp. 12 trilliun”.
Demikian dikatakan wakil gubernur Jawa Barat Dede Yusuf kepada Bedanews.com saat ditemui dalam acara silaturahmi buka puasa bersama dengan beberapa tokoh masyarakat dan pengurus DPC Partai Demokrat, Jum’at (27/7) di Hotel Grand Aquila Bandung.
Anggaran sektor perekonomian pada APBD Jabar TA 2011 dianggarakan hanya sebesar 6% dan tahun 2012 hanya naik 1 persen menjadi 7% untuk 12 OPD (organisasi perangkat daerah) dari total APBD yang mencapai sebesar Rp. 12 triliun lebih.
Padahal sector perekonomian ini lanjutnya sangat berpengaruh bagi peningkatan perekonomian dan pendapatan masyarakat Jabar dan jauh tertinggal oleh sector Pendidikan yang mencapai 20% untuk satu OPD saja, demikian juga dengan Kesehatan 10%. Walhasil IPM masyarakat Jabar sector perekonomian untuk tingkat pendapatan masyarakatnya masih rendah.
Keputusan dalam rancangan APBD Jawa Barat ini, tentu saja wagub tidak memiliki kewenangan, dalam hal ini itu diputuskan oleh TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) Pemprov Jabar, Gubernur dan DPRD.
“Tetapi dalam kontek ini, saya melihat dalam skala keseimbangan seharusnya sector perekonomian dipertinggi” ujar Dede Yusuf dalam acara yang juga dihadiri Ketua DPRD Jabar, Irfan Suryanagara, serta beberapa anggota Fraksi P Demokrat DPRD Jabar, Irwan K, Sugianto N, Zulkipli C, Wawan Setiawan, SH.,.
Dengan begitu, tentu dirinya akan melakukan koreksi ke dalam. Artinya penggunaan anggaran ini memang seharusnya focus ke perekonomian, bahwa benar anggaran sector pendidikan telah mencapai 20 persen, tetapi mengangkat pendidikan 45 juta orang tentu tidaklah mudah butuh effort yang lama, tetapi kalau bicara masalah ekonomi, seseorang bisa berhasil, bisa mencapai kemakmuran bila sector perekonomian ini berjalan dengan baik.
Untuk itu, kata Dede dalam penyusunan anggaran 2013 mendatang, dirinya meminta kepada OPD terkait untuk menyusun dan membuat program yang lebih focus dalam mendukung peningkatan perekonomian masyarakat.
Dirinya juga akan berkoordinasi dengan DPRD Jabar yang memiliki fungsi Budgeting atau anggaran agar sector perekonomian dapat ditingkatkan, minimal sebesar 10% dari total APBD, ujarnya. (hermanto)











