• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Ketua Dewan Pers: Media Baru Harus Perkuat Nalar Sehat Demokrasi

Ketua Dewan Pers: Media Baru Harus Perkuat Nalar Sehat Demokrasi

Asep Budi by Asep Budi
17 Desember 2025
in Ragam
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA || Bedanews.com – Ketua Dewan Pers, Prof. Komaruddin Hidayat menegaskan bahwa tantangan utama pers di era disrupsi adalah menjaga kualitas diskursus publik agar tetap sehat, bermakna dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Komaruddin saat menghadiri Dialog Nasional yang digelar Pengurus Pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) bertema “Media Baru Menuju Pers Sehat” di Hall Dewan Pers, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025).

Dalam sambutannya, Komaruddin mengatakan bahwa, kehidupan sejak dahulu tidak pernah lepas dari disrupsi dan kompetisi. Namun, di era saat ini, perubahan terjadi jauh lebih cepat seiring pergeseran ekosistem informasi.

“Informasi hari ini dipengaruhi oleh tiga kekuatan besar, yakni energi, uang, dan informasi itu sendiri. Ketiganya saling berkaitan dan saling menopang,” ujarnya.

BeritaTerkait

Menganalisis Ijazah Yang Diunggah Dian Sandi, Dengan Ijazah Yang Dipamerkan di PN Jakarta Timur Dengan Ilmu Logika

7 November 2026

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026

Ia mencontohkan, bagaimana aliran modal dan energi kerap mengikuti narasi informasi yang dibangun media.

Ketika suatu wilayah tidak diberitakan secara memadai, maka daya tarik ekonomi dan perhatian publik pun cenderung melemah.

“Sumatra tidak akan mengalir uang jika tidak ada informasi,” terangnya.

Prof. Komaruddin juga menyoroti menurunnya kualitas diskursus publik dibandingkan periode awal Orde Baru yang masih diwarnai perdebatan gagasan dan teori pembangunan.

Saat ini, ruang publik justru dipenuhi keluhan, caci maki, isu korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, serta kaburnya batas antara kepentingan keluarga dan negara.

“Di sinilah panggilan tugas pers, yakni membangun kembali kepercayaan publik. Masyarakat sudah jenuh dengan berita hoaks dan konflik, mereka membutuhkan informasi yang realistis, berkualitas dan penuh harapan,” katanya.

Menurut Prof. Komaruddin, pers tetap menjadi pilar keempat demokrasi. Namun, di era media sosial dan media siber, pilar demokrasi tersebut menghadapi tantangan baru.

Media sosial di satu sisi dapat memperkuat demokrasi, tetapi di sisi lain juga berpotensi melemahkannya jika tidak dibarengi dengan nalar sehat.

“Di sinilah peran media profesional sangat penting, untuk memperkuat demokrasi melalui informasi yang berimbang, bernalar dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap gagasan yang lahir di ruang publik dan dikemas menjadi informasi memiliki kekuatan untuk mengubah dunia, sehingga tanggung jawab media menjadi semakin besar di tengah arus informasi yang kian deras.

Diketahui, kegiatan itu menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara media, pemangku kebijakan, serta praktisi digital dalam menghadapi tantangan era media baru.

Dialog ini menghadirkan 8 pembicara dari berbagai latarbelakang, termasuk dua perspektif kunci yakni Hersubeno Arief, selaku praktisi media senior dan pengamat politik, serta Nuzula Anggeraini (perwakilan pemerintah), Direktur Politik dan Komunikasi dari Kementerian PPN/Bappenas.

Dialog nasional kali ini juga dihadiri Ketua Dewan Pers, Komarudin Hidayat dan sejumlah anggota Dewan Pers, turut hadir juga antara lain, Ketua dan Anggota Dewan Pakar SMSI, Prof. Dr. H. Yuddy Crisnandi dan Prof. Henri Subiakto, Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika, wartawan senior Aiman Witjaksono, serta Dr. Ariawan, Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP).

Dialog ini juga dipandu oleh Prof. Dr. Taufiqurochman, A.Ks, S.H., S.Sos, M.Si, yang saat ini menjabat sebagai Dewan Penasehat SMSI Pusat. (Red).

Previous Post

Dialog Nasional & Refleksi SMSI Akhir Tahun 2025, Soroti Kualitas Jurnalisme dan Kebijakan Negara Memfasilitasi Media Baru

Next Post

Menjelang Nataru, Muhammad Yusuf Kiat Ajak Kabomania Jaga Solidaritas dan Tolak Anarkisme

Related Posts

Ragam

Menganalisis Ijazah Yang Diunggah Dian Sandi, Dengan Ijazah Yang Dipamerkan di PN Jakarta Timur Dengan Ilmu Logika

7 November 2026
Ragam

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026
Ragam

Pemuda Berdampak: Satukan Gagasan, Bangun Gerakan Menuju Deklarasi Wilayah Kota Cilegon

7 November 2026
Ragam

Ekonomi Hijau Jadi Fokus Perencanaan Pembangunan Kalimantan Utara

7 November 2026
Ragam

DR. FACHRUL RAZI: PENYADAPAN PRESIDEN PRABOWO ADALAH MAKAR

7 November 2026
Ragam

KOGANA SUMUT DAN POLITEKNIK MEDAN JALIN MoU PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KEBENCANAAN

6 November 2026
Next Post

Menjelang Nataru, Muhammad Yusuf Kiat Ajak Kabomania Jaga Solidaritas dan Tolak Anarkisme

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021