• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, April 26, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Ono Surono: Infrastruktur, Pendidikan, dan Pertanian Jadi Fokus Utama APBD 2026

Ono Surono: Infrastruktur, Pendidikan, dan Pertanian Jadi Fokus Utama APBD 2026

Mae by Mae
31 Oktober 2025
in Ragam
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG,– Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, menegaskan komitmen lembaga legislatif bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, memperkuat sektor pendidikan, serta mendukung ketahanan pangan melalui pengembangan pertanian—khususnya di wilayah Indramayu dan Cirebon.

Dalam wawancara eksklusif, Ono menjelaskan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penting dalam pelaksanaan program prioritas yang telah disepakati antara DPRD dan Gubernur Jawa Barat.

“Sebagai anggota DPRD Provinsi, kami memiliki tiga fungsi utama: anggaran, legislasi, dan pengawasan. Dan tahun ini, kami fokus agar ketiganya berjalan optimal, terutama dalam pengalokasian anggaran yang pro-rakyat,” ujarnya.

Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas

BeritaTerkait

UIN Bandung Peringkat 801+ Asia versi THE WUR 2026, Posisi Terbaik PTKIN se-Indonesia

25 April 2026

Rektor UIN Bandung Masuk 9 Besar Rektor dengan H-Index Tertinggi di Indonesia versi AD Scientific Index

25 April 2026

Ono mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan—baik jalan provinsi maupun jalan kabupaten—menjadi salah satu fokus utama.

Di wilayah Indramayu dan Cirebon, sejumlah ruas jalan tengah menjalani rekonstruksi, pengaspalan, hingga pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU).

“Di Cirebon, khususnya jalan yang berbatasan dengan Jawa Tengah, pembangunannya dilakukan langsung oleh Pemprov Jabar karena menjadi akses strategis antarprovinsi,” jelasnya.

Ia menambahkan, progres pembangunan jalan provinsi di kedua wilayah tersebut kini telah mencapai lebih dari 70 persen.

Bahkan, Pemprov Jabar juga mulai memfasilitasi pembangunan jalan desa dan jalan usaha tani melalui skema bantuan keuangan kepada kepala desa.

“Target kami jelas: 2025 fokus pada jalan provinsi, 2026 menyasar jalan kabupaten dan desa, hingga pada 2029—akhir masa jabatan Gubernur dan DPRD Jabar—seluruh infrastruktur jalan di Jawa Barat bisa tuntas,” tegas Ono.

Pendidikan dan Kesehatan Tetap Jadi Perhatian

Selain infrastruktur, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam APBD Jawa Barat.

Ono menyebut alokasi anggaran pendidikan mencapai Rp11 triliun—angka tertinggi dibanding pos lainnya.

Di Indramayu dan Cirebon, pembangunan ruang kelas baru terus berlangsung, termasuk rehabilitasi satu unit sekolah yang terdampak bencana.

Di bidang kesehatan, Ono mengungkap rencana strategis alih kelola Rumah Sakit Sentot di Indramayu dari Pemkab ke Pemprov Jabar.

“Rumah sakit ini akan ditingkatkan statusnya menjadi RS milik provinsi, sehingga tidak hanya melayani Indramayu, tapi juga Subang, Cirebon, hingga Majalengka,” katanya.

Dorong Indramayu–Cirebon Jadi Lumbung Padi Nasional

Ono juga menyoroti pentingnya peran sektor pertanian dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menegaskan dukungan penuh DPRD Jabar terhadap upaya menjadikan Indramayu sebagai lumbung padi nasional.

“Kami terus dorong Pemprov untuk memperkuat sektor pertanian, khususnya tanaman pangan seperti padi. Ini bukan hanya soal produksi, tapi juga ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten sangat penting dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di sektor riil—termasuk perdagangan, perikanan, kelautan, dan industri kecil menengah.

APBD 2026: Lanjutkan Momentum Pembangunan

Menjelang pembahasan APBD 2026 yang akan dimulai pekan depan, Ono menegaskan bahwa DPRD Jabar akan terus memastikan anggaran dialokasikan secara tepat sasaran.

“Anggaran infrastruktur melalui Dinas PU Bina Marga mencapai Rp3,1 triliun. Tapi yang tak kalah penting adalah bagaimana program-program ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di akar rumput,” pungkasnya.

Dengan pendekatan terpadu antara infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pertanian, Ono optimistis Jawa Barat akan terus melaju sebagai provinsi yang inklusif, produktif, dan berkeadilan hingga akhir periode 2029. (*)

Tags: DPD PDI Perjuangan Jawa BaratDPRD Jawa Barat
Previous Post

Aslog Kasad Mayjen TNI Adisura Firdaus Tarigan Pimpin Tim Wasev TMMD ke-126 di Kabupaten Tambrauw

Next Post

‎Sosialisasi Program MBG: Memahami Gizi Anak Menuju Indonesia Emas 2045

Related Posts

Edukasi

UIN Bandung Peringkat 801+ Asia versi THE WUR 2026, Posisi Terbaik PTKIN se-Indonesia

25 April 2026
Edukasi

Rektor UIN Bandung Masuk 9 Besar Rektor dengan H-Index Tertinggi di Indonesia versi AD Scientific Index

25 April 2026
Ragam

Menteri Nusron: Perayaan Paskah, Membangun Semangat Kebangkitan Bangsa

25 April 2026
Ragam

Mengenal lebih dekat Jenderal Pemersatu dari Sulawesi Utara, Inilah Sosok Letjen TNI (Purn) E.E. Mangindaan

25 April 2026
Ragam

PERANG IRAN BUKAN SEKEDAR NUKLIR, Tiga Lapis Tujuan Tersembunyi Israel

25 April 2026
Ragam

Dinas Perhubungan Jawa Barat Tindak Tegas ODOL, Truk Overload Terancam Pidana 

24 April 2026
Next Post

‎Sosialisasi Program MBG: Memahami Gizi Anak Menuju Indonesia Emas 2045

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021