Oleh: Drs. H. Mufid Rahmad, MM
BOYOLALI || Bedanews.com – Ada mafsadat ada hikmah. Mafsadat dijadikan ihtibar dan hikmah sebagai anugerah bagi yang mau berfikir (positif).
Aksi demonstrasi (konstruktif) adalah bentuk ekspresi demokrasi, sebaliknya aksi provokasi dan anarki (violence) adalah mencederai demokrasi . Ada kalanya, pasca melampiaskan emosi destruktif timbul penyesalan dan pertobatan, ada kalanya pula justru merasa bangga. Kualitas moral – spritual akan tampil sebagai pembedanya.
Boleh berdalil hukum kausalitas, boleh beranalog ada api ada sekam, tapi harus dalam kadar proposionalitas dan obyektiftifitas. Disini aspek kasta, kualifikasi pendidikan, status sosial dan spiritualitas tidak menjadi faktor penentu absolute. Tetapi, kejujuran, obyektiftifitas dan keberanian untuk idharul haq dan iqomatul haq menjadi faktor dominan.











