Bandung, BEDAnews
Dekan Fakultas Sain dan Teknologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung, Dr. Ir. M. Subandi, Drs., MP., berhasil mendapat penghargaan sebagai penulis artikel terbaik tingkat international, tahun 2012 di Polandia.
Pria kelahiran Sumedang Jawa Barat ini, mampu mengungguli sedikitnya 11.000 penulis yang berasal dari berbagi negara di seluruh dunia. "Yang saya tau, para peserta ada yang dari Eropa, Amerika, Australia, Asia dan Afrika," akunya.
Artikel tentang Science, mendapat komentar positif sedikitnya 1.194 lebih dan artikel masalah Society mendapat komentar 273 lebih komentar dari seluruh penjuru dunia. "Ada 1.194 penulis yang ikut kompetisi dan hanya 200 judul yang dipublikasikan masuk nominasi," ujarnya.
Dalam kompetisi tersebut, Ia mengirimkan 2 artikel karya ilmiah dengan 2 katagori yaitu, artikel tentang Sain dan Kemasyarakatan. Artikel yang dikirimkan (23/6) 2012 ke Situs Fogs.com berjudul, Cannot Survive Without It, dan No Fear Of Starvation.
Artikel pertama membahas masalah pentingnya air dalam kehidupan manusia, dalam kontek perubahan iklim, manusia harus mencari solusi bagaimana air bisa terus diberdayakan dan dimanfaatkan bagi kehidupan umat manusia dengan cara melakukan koservasi air.
Sedangkan artikel kedua membahas masalah kemasyarakatan yaitu peningkatan produksi bahan makanan melalui 2 solusi, pemulyaan tanaman (Hibridisasi) yang menghasilkan varitas unggul sehingga produksi berlipat dan diserfikasi / variasi makanan. Artikel ini juga mematahkan pendapat ekonom abad 18 Thomas Robert Malthus, yang mengatakan peningkatan jumlah penduduk akan memicu terjadinya kelaparan bagi penduduk dunia.
Menurut Subandi, dirinya tertarik ikut kompetisi penulisan karya ilmiah sebagai suatu keharusan dalam mengembangkan dan membangun motivasi dalam menghasilkan karya ilmiah, sehingga bisa bersaing di kancah internasional.
"Kami sebagai dosen punya tanggung jawab akademis dalam mengembangkan karya-karya ilmiah, supaya go international, mudah-mudahan dapat memberi motivasi kepada yang lainnya," ungkap Subandi, diruang kerjanya, Senin (16/7).
Subandi juga ikut aktif menulis dan dewan editor di jurnal international di Asian Ekonomic Social Soceaty (AESS) di Pakistan dan International Journal Of Asian Social Science. (Hargribs)












