• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Praktik Konstruksi Berkelanjutan di Indonesia

Praktik Konstruksi Berkelanjutan di Indonesia

vritimes com by vritimes com
16 Juli 2024
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengalami urbanisasi yang cepat dan pengembangan infrastruktur. Namun, pertumbuhan ini juga menimbulkan tantangan lingkungan, yang mendorong pergeseran menuju praktik konstruksi berkelanjutan. Konstruksi berkelanjutan melibatkan perancangan dan pembangunan dengan fokus pada meminimalkan dampak lingkungan dan mempromosikan efisiensi sumber daya. Bagi perusahaan konstruksi di Indonesia, menerapkan praktik berkelanjutan juga memerlukan pemahaman yang mendalam tentang proses pendaftaran perusahaan konstruksi. Proses ini tidak hanya memastikan kepatuhan hukum tetapi juga membuka pintu bagi berbagai manfaat yang penting untuk pembangunan berkelanjutan.

Memahami Konstruksi Berkelanjutan 

Konstruksi berkelanjutan mengacu pada penciptaan dan pengelolaan bangunan yang bertanggung jawab secara lingkungan dan efisien sumber daya sepanjang siklus hidupnya—dari perencanaan dan desain hingga konstruksi, operasi, dan pembongkaran. Pendekatan ini bertujuan untuk mengurangi jejak lingkungan bangunan dan mendorong lingkungan yang lebih sehat.

Tren Global

Di Indonesia, penggunaan energi terbarukan semakin meningkat, dengan panel surya, turbin angin, dan sumber energi terbarukan lainnya menjadi komponen integral dari bangunan berkelanjutan. Selain itu, adopsi sertifikasi bangunan hijau seperti LEED dan BREEAM semakin populer, menetapkan tolak ukur untuk praktek konstruksi ramah lingkungan secara nasional, termasuk di Indonesia.

Konstruksi Berkelanjutan di Indonesia 

Indonesia saat ini berada pada titik kritis dalam mengadopsi praktik konstruksi berkelanjutan. Urbanisasi cepat dan permintaan infrastruktur telah membutuhkan peralihan ke arah keberlanjutan untuk mengurangi dampak lingkungan. Penggerak utama dari peralihan ini termasuk inisiatif pemerintah yang mendorong bangunan hijau dan pengembangan perkotaan berkelanjutan, peningkatan kesadaran dan preferensi konsumen terhadap bangunan yang ramah lingkungan, serta kepatuhan terhadap komitmen internasional terhadap perjanjian dan standar lingkungan global. Namun, tantangan signifikan masih ada, seperti biaya awal yang tinggi untuk bahan dan teknologi berkelanjutan, navigasi regulasi lokal dan nasional yang kompleks untuk bisnis, dan kekurangan tenaga kerja terampil dalam teknik konstruksi berkelanjutan.

BeritaTerkait

Lapas Ciamis: Program Pembinaan Kreatif Warga Binaan Didukung Menteri dan Musisi

2 Mei 2026

Tim Wasev TMMD ke-128 dari PJO TMMD Tinjau Langsung Sasaran di Kampung Keakwa

2 Mei 2026

Elemen Kunci Konstruksi Berkelanjutan

Dalam konstruksi berkelanjutan, efisiensi energi dicapai melalui isolasi berkinerja tinggi yang mengurangi kebutuhan pemanasan dan pendinginan, sistem pencahayaan yang efisien dengan menggunakan LED dan teknologi pintar untuk meminimalkan konsumsi energi, serta integrasi sumber energi terbarukan seperti panel surya, turbin angin, dan sistem geothermal. Langkah-langkah konservasi air mencakup penggunaan perlengkapan beraliran rendah untuk mengurangi penggunaan air, sistem pemanenan air hujan untuk keperluan lansekap dan non-portable, serta sistem daur ulang air abu-abu yang mengolah dan menggunakan kembali air untuk irigasi dan flush toilet. Penggunaan bahan fokus pada keberlanjutan dengan menggabungkan bahan daur ulang, bekas, atau cepat terbarukan, pengadaan bahan lokal untuk mengurangi emisi transportasi, dan praktik penggunaan bahan yang efisien serta daur ulang selama konstruksi untuk meminimalkan limbah.

Kerangka Regulasi untuk Konstruksi Berkelanjutan di Indonesia

Indonesia telah menerapkan beberapa regulasi untuk memajukan praktek konstruksi berkelanjutan. Langkah-langkah kunci termasuk Kode Bangunan Hijau, yang menetapkan standar untuk efisiensi energi, konservasi air, dan penggunaan bahan dalam bangunan untuk mengurangi dampak lingkungan. Selain itu, persyaratan penilaian dampak lingkungan memastikan bahwa proyek konstruksi mempertimbangkan dan mengurangi jejak lingkungan mereka sebelum pelaksanaan.

Page 1 of 3
123Next
Previous Post

Mang Ono Surono Rogoh Kocek Pribadi Bantu Perbaikan Jalan Rusak di KBB

Next Post

Komisi II DPRD Jabar Dorong Optimalisasi Koperasi Di Jabar

Related Posts

Ragam

Lapas Ciamis: Program Pembinaan Kreatif Warga Binaan Didukung Menteri dan Musisi

2 Mei 2026
TNI-POLRI

Tim Wasev TMMD ke-128 dari PJO TMMD Tinjau Langsung Sasaran di Kampung Keakwa

2 Mei 2026
TNI-POLRI

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Hadiri Hari Buruh Internasional

1 Mei 2026
Ragam

Raker MUI, Nusron Wahid Tekankan Keseimbangan Sistem Penanggulangan Bencana

1 Mei 2026
Ragam

Turnamen Futsal 2026 Pelajar se-Tangerang Raya, Warnai May Day Cup 2026

1 Mei 2026
Peringati HUT ke-79 Prov. Jabar, Pemdaprov Gelar West Java Festival dari 23 - 24 Agustus di Gedung Sate
Edukasi

Kirab Karnaval Budaya Ramaikan Peringatan Hari Tatar Sunda Mulai 2 Mei

1 Mei 2026
Next Post
Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, R. Yunandar Rukhiadi Eka Perwira di Balai Pengawasan Dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan Dan Hortikultura, Kabupaten Bandung, Selasa (16/7/2024).

Komisi II DPRD Jabar Dorong Optimalisasi Koperasi Di Jabar

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021