Subang, BEDAnews
Pintu gerbang PT Kwanglim YH Indah yang didemo puluhan warga Desa Gembor Kecamatan Pagaden Subang, Kamis (28/6) akhirnya dibuka. Para pengunjukrasa diterima Paturohman, salah seorang pimpinan di bagian HRD, dengan pengawalan ketat dari kepolisian dan koramil Pagaden, masuk ke dalam pabrik untuk musyawarah.
Namun perwakilan pengunjukrasa tidak mau bermusyawarah dengan HRD, dengan alas an bukan pengambil kebijakan di perusahaan itu. Warga pun menginginkan untuk bertemu dengan pihak pengusaha Korea secara langsung.
Sementara yang terjadi diluar, massa terus berdatangan dan menggedor-gedor pintu masuk, bahkan akibat mengungkapkan kekesalannya, mereka sempat membakar beberapa ban bekas.
Kapolsek Pagaden AKP A Mulyana didampingi beberapa anggotanya saat berada didalam pabrik bermusyawarah dengan utusan pengunjuk rasa, mengaku menerima telepon dari Oto direktur perusahaan itu, bahwa pihak pengusaha Korea bersedia hadir pada jam 17:00 wib, karena pimpinan perusahaan itu sedang tidak ada di sini, ujar Kapolsek.
Akhirnya setelah mendapatkan penjelasan itu, perwakilan massa kemudian keluar dan membubarkan diri dan akan datang kembali Kamis sore pukul 17:00 wib untuk melanjutkan agenda pertemuan dengan pihak perusahaan. [adang]













