Tapanuli Tengah – bedanews.com – Salah satu agenda penting kunjungan Wakil Presiden ke Barus dalam rangkaian Barus Bersholawat, baru-baru ini, adalah menanam bibit Kamper.
Bagi masyarakat Barus, Kamper adalah jenis pohon yang legendaris. Sebab pada masanya, pohon penghasil kapur barus ini sudah dikenal ke berbagai kawasan dunia seperti Persia, Yaman, India, hingga Eropa.
“Bagi kami sebagai putra Barus, kegiatan Abah menanam Kamper bukan sekedar gerakan penghijauan biasa. Bagi kami, menanam Kamper berarti menghidupkan kembali identitas Barus,” terang Ketua Umum Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI), Arif Rahmansyah Marbun dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (27/2).
Sebagai informasi, kamper adalah pohon penghasil senyawa volatil yang merupakan bahan mentah pembuat kapur barus. Dan menurut sejarah, sejak abad ke-2 Masehi, pohon kamper ini sudah tumbuh dan dibudidayakan di dataran tinggi kawasan pesisir Tapanuli yang sekarang dikenal sebagai Kecamatan Barus.













