Jakarta – bedanews.com – Menjelang tahun politik 2023 situasi politik semakin memanas, auranya seperti tahun 1998 saat terjadi krisis ekonomi dan politik, sehingga legasi Kabinet Indonesia Maju saat ini sedang diuji.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Pembina Laskar Ganjar – Puan (LGP), H. Mochtar Mohamad malui keterangannya di Jakarta, Minggu (16 Oktober 2022).
Menurut anslisisnya, situasi tersebut terlihat, pertama, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva Jum’at 14 Oktober 2022 mengatakan, 60% negara berpenghasilan rendah mempunyai risiko tinggi kesulitan utang. Selain itu, negara berkembang sedang dilanda menguatnya dolar, seperti hari ini dimana rupiah melemah terhadap dolar pada angka Rp15.472,20/dolar. Barang tentu kondisi ini menambah beban negara membayar bunga utang luar negeri.













