KAB. BANDUNG || bedwnews.com — Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Elin Wati, menyatakan secara tegas tidak setuju dengan penggantian kompor gas menjadi kompor listrik, sebab diindikasikan bisa merugikan masyarakat terutama masyarakat kecil.
Legislator dari Fraksi PAN itu menambahkan, kerugian dari dampak penggunaan kompor listrik adalah para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan gorengan atau sejenisnya yang memakai kompor gas.
Sementara masyarakat miskin yang menggunakan token listrik bila mempergunakan kompor listrik, ia memprediksikan akan bertambah membebani saja. Mengingat daya untuk kompor listrik mencapai 1000 watt.
“Kasihan masyarakat kecil, sudah susah dengan kenaikan harga BBM, sekarang beban kehidupannya ditambah dengan program baru berupa kompor listrik,” katanya melalui telepon, Jum’at 23 September 2022.
Elin meminta agar program tersebut bisa dikaji ulang dengan mengevaluasi situasi dan kondisi sekarang. Apa lagi perekonomian masyarakat baru saja mau bangkit akibat sebelumnya terdampak pandemi covid 19, sekarang harus dibebani dengan masalah baru.
Keprihatinannya sebagai Wakil Rakyat yang Pro Rakyat Kecil, diapresiasikan melalui sikap penolakan yang diungkapkannya, sebagai bentuk kepedulian masa depan masyarakat kecil yang mengalami kesulitan perekonomiannya.
“Lebih baik mencari solusi bagaimana masyarakat miskin bisa melangsungkan kehidupannya, daripada membuat program yang berdampak membebani masyarakat miskin,” ujarnya.***













