Bandung, BEDAnews
Tanwir Muhammadiyah yang agendanya digelar di Gedung Merdeka, Kota Bandung, rencananya akan dibuka oleh Wakil Presiden Boediono, Kamis (21/6) mendatang. Tanwir itu mengambil tema "Gerakan Pencerahan Solusi untuk Bangsa" agendanya berlangsung hingga Minggu (24/6).
"Pembukaan tanwir akan dihadiri Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H. Din Syamsuddin, dan ribuan warga Muhammadiyah," ungkap Ketua panitia Tanwir Muhammadiyah, H. Rafani Akhyar, di PW Muhammadiyah, Senin (18/6).
Dikatakannya, tanwir tersebut akan membahas semua persoalan, baik membahas persoalan internal Muhammadiyah, maupun mengkritisi perkembangan dan persoalan aktual di Indonesia. "Baik di bidang kenegaraan, politik, ekonomi, dan kepemimpinan nasional ke depan," ujar Rafani.
Rafani mengungkapkan, Tanwir tersebut tidak akan mengusung nama Din Syamsuddin sebagai capres maupun cawapres. "Muhammadiyah itu ormas bukan patai politik sehingga tidak bisa mengusung seseorang menjadi capres atau cawapres. Tapi andaikata Pak Din ada yang meminang atau mendapat dukungan masyarakat, dipersilakan saja, tergantung kesiapan beliau,” tegasnya.
Untuk memeriahkan tanwir, pihak panitia jelas Rafani, akan menggelar berbagai kegiatan di antaranya pertemuan saudagar Muhammadiyah dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Baitulmaal. "Kami juga menggelar silaturahmi para peserta sebanyak 310 orang ke Walikota Bandung," kata H. Rafani Akhyar, di kantor Muhammadiyah Jabar.
Adapun acara lainnya berupa bedah buku "Muhammadiyah dan Wahabisme". Bedah buku akan diisi pembicara Ketua PP Muhammadiyah Haidar Nasir, perwakilan Badan Intelejen Naional (BIN), rektor UIN Sunan Gunung Djati Prof. Dr. Dedi Ismatullah, dan Prof. Dr. Dadang Kahmad, terang Rafani.
Dalam tanwir tersebut disinggung pula Isu Wahabisme, yang selalu dikaitkan dengan Muhammadiyah meski isu-isu lama. "Kalau dulu Wahabisme identik menolak tahlil, bidah, khurafat, dan tahayyul, namun saat ini berubah ke arah terorisme," pungkas Dia. (hargib)












