• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, November 8, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Pertemuan Pokja para Ahli, Tercipta Harmonisasi Aturan SPS Tingkat ASEAN

Pertemuan Pokja para Ahli, Tercipta Harmonisasi Aturan SPS Tingkat ASEAN

Ki Agus by Ki Agus
22 Juli 2022
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA || bedanews.com — Untuk menciptakan harmonisasi kebijakan teknis Sanitary and Phytosanitary (SPS), dilakukan pertemuan kelompok kerja para ahli lingkup ASEAN ke-24 yang digelar pada Kamis kemarin, 21 Juli 2022, yang diketuai oleh delegasi Vietnam, Brunei Darussalam sebagai wakil ketua dan Sekretariat ASEAN sebagai sekretaris sidang. Hadir sebagai peserta dari delegasi Indonesia selain Abdul Rahman sebagai ketua, adalah Aulia Nusantara, Nurjanah, Ratih Rahayu dan Aprida Cristin sebagai anggota dari Pusat KTKHN Barantan.

Seperti pada pertemuan sebelumnya, forum negosiasi teknis mengenai pest risk atau AROPT menjadi agenda yang cukup ‘panas’. Berkaitan dengan Persyaratan teknis komoditas pertanian asal tumbuhan yang dapat diperdagangkan dilingkup ASEAN akan dibahas dan disepakati pada forum ini.

Sementara itu delegasi Indonesia telah memiliki pengalaman dalam melakukan AROPT, terus berperan aktif memberikan masukan, tanggapan atau mempertahankan posisi Indonesia dengan berdasarkan justifikasi teknis yang bersifat ilmiah.

Pada pembahasan kali ini, terkait AROPT buah longan yang diketuai oleh Thailand sebagai lead country yang menyusun draft nya. Delri kembali mengusulkan dan mempertahankan persyaratan bebas lalat buah jenis Bactrocera correcta atau sebagai pest-concern. Meskipun dua negara yakni Vietnam dan Myanmar tidak menyetujui dengan alasan lalat buah tersebut tidak menyerang buah longan.

BeritaTerkait

Katim Wasev Apresiasi Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel, Sukses Raih Overprestasi

7 November 2026

Kejar Target Sebelum Penutupan, Satgas TMMD Ke-130 Bersama Warga Rampungkan Pembangunan MCK

7 November 2026

Namun demikian, Delri tetap mempertahankan dengan memberikan berbagai referensi ilmiah sebagai justifikasi bahwa OPTK berbahaya di lingkup ASEAN, terlebih lalat buah ini masih merupakan penyakit yang belum ada di Indonesia, atau A1.

Pada pertemuan tersebut, Delri juga mengusulkan panduan AROPT di ASEAN, atau the ASEAN Guidelines for the Conduct of Pest Risk Analysis dapat  ditinjau kembali untuk dapat menyesuaikan dengan kondisi perkarantiaan kembali.

Diperlukan untuk menggunakan referensi ilmiah lainnya, selain CABI Crop Protection Compendium, dalam melakukan kajian AROPT. Hal ini yang telah dilakukan Barantan selama ini dalam menyusun ratusan dokumen AROPT komoditas pertanian asal negara lain yang masuk ke Indonesia.

“Harapannya dengan pengalaman Indonesia dalam menyusun banyak AROPT dapat berkontribusi bagi negara lain di ASEAN, sehingga produk pertanian ASEAN makin memiliki daya saing di pasar global, “ tutup Rahman, saat siaran Pers, Jum’at 22 Juli 2022.***

Previous Post

Kementan melalui Pusat KTKHN dan BKP Disetujui Negara Asean beri Peran Aktif

Next Post

Kementerian PANRB Juarai BKN Awards 2022 Kategori Penilaian Kompetensi  

Related Posts

TNI-POLRI

Katim Wasev Apresiasi Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel, Sukses Raih Overprestasi

7 November 2026
TNI-POLRI

Kejar Target Sebelum Penutupan, Satgas TMMD Ke-130 Bersama Warga Rampungkan Pembangunan MCK

7 November 2026
TNI-POLRI

TNI Temukan Black Box MI-17, Kunci Penting Pengungkapan Penyebab Kecelakaan

7 November 2026
TNI-POLRI

Kepala Kampung Yamboi Apresiasi TMMD Ke-130, Berharap Program Bedah Rumah Terus Berlanjut

7 November 2026
TNI-POLRI

Tim Wasev TMMD Ke-130 Berbagi Kebahagiaan, Anak-Anak Kampung Yamboi Sumringah

7 November 2026
TAUZIAH-Kapolres Wonogiri, AKBP Deni Septiawan saat memberikan Tauziah para Santri Ponpes Al-Barru saat Safari Subuh. (Foto Doc. Polres).
TNI-POLRI

Kapolres Wonogiri: Melalui Safari Subuh, Silaturahmi Semakin Erat

7 November 2026
Next Post

Kementerian PANRB Juarai BKN Awards 2022 Kategori Penilaian Kompetensi  

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021