Oleh: H. Agus Rohmat
Jakarta – bedanews.com – Bagi seorang Islam pedoman dalam beragama adalah Al qur’an dan Al Hadits.
Permasalahannya adalah apakah diri kita sendiri sudah khatam mempelajari tafsir Al Qur’an dan Al hadits tersebut sehingga pemahaman agama kita menjadi Kaffah atau sempurna setidaknya lengkap ?.
Sedikit share supaya kita mendapatkan pemahaman tentang tafsir mari kita ingat kembali saat kota belajar agama.
Berbagai macam tafsir menurut cara pengambilan rujukannya yang harus dipahami oleh seseorang yang ingin menjadi mufassir.
Tafsir bil Ma’tsur atau Tafsir Riwayat
Cara penafsiran ini adalah dengan menafsirkan Al-Qur’an dengan rujukan Al-Qur’an, Hadits dan atau perkataan sahabat (riwayat).
Karena para sahabat Nabi SAW adalah orang-orang yang langsung mendengarkan penjelasan dari Nabi SAW. Sahabat yang paling banyak diambil riwayatnya dalam metode penafsiran Ma’tsurat antara lain Ali ibn Abi Thalib, Ibnu Abbas dan Abdullah ibn Mas’ud.













