Cimahi, BEDAnews
Pasangan Ahmad Ramli – Jumadi (Arjuna) akan melakukan advokasi terkait dugaan hilangnya data pendukung di PPS saat verifikasi Faktual yang dilakukan PPS (Panitia Pemungutan Suara) di sejumlah Kelurahan. “Kami akan lakukan advokasi dan inventarisir data pendukung yang diduga hilang ribuan orang di PPS-PPS,” kata balon wakil walikota Cimahi Jumadi.
Menurut dia, di Kelurahan Padasuka saja ada sekitar 1.562 orang yang datanya tak ada di PPS. Hal itu tak sesuai dengan data sofy copy yang diserahkan ke KPU saat pendaftaran balon Arjuna. Akibatnya, jumlah pendukung yang akan diverifikasi faktual tak sesuai dengan data yang diserahkan ke KPU.
Selain itu, kata Jumadi, ada indikasi intimidasi yang dilakukan oleh sekelompok oknum tertentu yang menghalang halangi pendukung Arjuna untuk mendatangi PPS terkait verifikasi factual, akibatnya para pendukung tak bisa datang ke PPS.
“Kami menerima laporan dari warga di RW-RW di Kota Cimahi yang mengaku diintimidasi oknum tertentu. Jika mereka datang ke PPS, warga diancam untuk tidak mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan, hal ini jelas merupakan indikasi intimidasi kepada pendukung kami,“ paparnya.
Diungkapkannya, tak hanya soal dugaan intimidasi dan hilangnya data pendukung sesuai dengan aturan yang ada, saat verifikasi factual, selain pendukung dihadirkan di suatu tempat atau pata pendukung mendatangi PPS, para petugas PPS pun diharuskan turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi faktual.
“PPS yang seharusnya turun ke alamat para pendukung, mayoritas PPS di Kota Cimahi tidak melakukan hal itu, padahal itu merupakan tugas dari PPS sebagai pelaksana Pemilukada. Kami minta Panwaslu untuk proaktif melakukan pengawasannya, karena hal ini jelas-jelas merugikan kami,“ jelasnya.
Menanggapi hal itu, Ketua Pokja Pencalonan KPU Kota Cimahi Handi Dananjaya mengatakan, KPU menduga hal itu bukan hilang, mungkin yang disebut hilang itu karena pendukung tidak sesuai dengan dokumen yang ada, tidak hadir atau para pendukung yang datang ke PPS tetapi tidak ada dalam dokumen karena itu tidak dihitung oleh PPS sebagai pendukung.
“Sangat tidak mungkin PPS menghilangkan data dukungan, apalagi proses verifikasi factual itupun dikawal oleh tim sukses pasangan Arjuna di PPS-PPS, serta oleh PPL, Panwascam bahkan dengan Panwaslu Kota Cimahi,“ tandasnya. (M. Facchry)










