Oleh: Djafar Badjeber
Jakarta – bedanews.com – Mencermati tentang fenomena minyak goreng yang langka dan harganya masih fluktuatif, sungguh sebuah ironi dan miris!!
Bagaimana tidak ironi dan miris, mengingat Indonesia adalah produsen CPO yang kemudian diolah menjadi Refined Bleaching Deodorised (RBD) atau Minyak Goreng.
Para pejabat terkait selalu meng-klaim bahwa cpo / minyak goreng cukup melimpah, bahkan berlebihan. Kalau demikian kemana larinya minyak goreng tersebut sehingga menyusahkan rakyat kita sendiri? Bila di-ibaratkan nasib rakyat kita seperti tikus mati di lumbung padi !!
Kalau produksi melimpah dan berlebihan, lantas kemana larinya minyak goreng tersebut?
Apakah diselundupkan, ditimbun atau adanya konspirasi jahat dari para pelaku bisnis cpo dan minyak goreng?













