Jakarta – bedanews.com – Keberagaman menjadi daya tarik dan kekhasan di Indonesia karena memiliki berbagai macam suku, ras budaya dan agama, namun dilain sisi keberagaman apabila tidak diimbangi dengan rasa toleransi dan menghargai justru dapat menjadi pemecah persatuan bangsa.
dr Fauzia Gustarina Cempaka Timur, S.IP, M.Si, Dosen Prodi Perang Asimetris Universitas Pertahanan menilai bahwa, saat ini kelompok radikal sedang menyebarkan paham radikalisme dengan mencari cela dari konflik yang timbul akibat sikap intoleran dari keberagaman yang ada.
“Konflik menyebabkan lemahnya persatuan dan kesatuan sehingga mudah disusupi oleh ideologi radikalisme bahkan berkembangnya aksi terorisme,” ujar dr Fauzia, Jakarta, Senin (24/01).
Radikalisme adalah aktifitas secara langsung maupun tidak langsung mendukung kekerasan yang dimotivasi secara ideologis untuk meraih tujuan sosial ekonomi atau politik. Sementara, intoleran adalah ketika suatu individu/kelompok memiliki pemahaman fanatik dan merasa kelompoknya yang benar dan pihak lain salah serta cenderung tidak menerima pandangan yang berbeda.













